Sekolah di Cianjur Bakal Kena Sanksi Jika Gelar PTM

Jawa Barat

Cianjur: Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bakal memberikan sanksi tegas terhadap sekolah yang memaksakan diri melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Kebijakan PTM masih dalam kajian berbagai kalangan guna menghindari klaster baru di sekolah.

Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, angka penularan covid-19 di wilayahnya masih tinggi dalam sebulan terakhir. Situasi ini yang melandasi pemerintah daerah kembali membatalkan rencana PTM di Cianjur.

Bahkan, kata dia, sejak dua bulan terakhir, banyak guru yang positif covid-19, padahal sekolah tatap muka belum digelar. Jumlah guru yang terpapar mencapai 67 orang.

“Sehingga proses sekolah tatap muka kembali diundur hingga kajian berbagai kalangan tuntas,” kata Herman saat dihubungi, Rabu, 6 Januari 2021.

Ia menegaskan, jika ada sekolah negeri atau swasta yang tidak mengindahkan larangan tersebut akan mendapat sanksi tegas karena terkait kesehatan anak didik yang rentan terpapar diabaikan. Bahkan, ancaman sanksinya bisa sampai penutupan kegiatan di sekolah.

Ia mengimbau sekolah dan orang tua siswa untuk menahan diri sampai pemerintah pusat dan provinsi mengeluarkan keputusan apakah sekolah tatap muka sudah dapat digelar atau belum.

“Harapan kami pandemi segera berakhir dan sekolah dapat dibuka kembali normal seperti biasa, untuk saat ini, kita kaji terlebih dahulu sebelum izin sekolah tatap muka dapat digelar,” ujarnya.

Sementara, Juru Bicara Pusat Informasi dan Kordinasi Covid-19 Cianjur, Yusman Faisal mengatakan, angka pasien terinfeksi terus meningka. Tingkat kesembuhan tertahan di angka 55 persen. Pihaknya mencatat, pekan pertama Januari, 1.400 orang positif covid-19 dan menjalani isolasi di sejumlah tempat.

“Untuk mencegah munculnya klaster baru di Cianjur, sekolah tatap muka, belum dapat digelar hingga akhir Januari. Saat ini berbagai kemungkinan masih dikaji, sehingga kami berharap tidak ada pihak sekolah yang melanggar dengan memaksakan diri melakukan sekolah tatap muka,” kata Yusman.

Sumber : medcom.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *