Apa sih Pendidikan Inklusif Itu?

OPINI

Oleh : Muhammad Fikryalfian

Apa sih pendidikan inklusif itu?

Nah, sebelum kita membahas tentang apa itu pendidikan inklusif, kita bahas mengenaik pendidikan terlebih dahulu, Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak.

Sedangkan Inklusif berasal dari Bahasa Inggris “inclusive” yang artinya “termasuk di dalamnya”.Secara istilah berarti menempatkan dirinya ke dalam cara pandang orang lain/ kelompok lain dalam melihat dunia, dengan kata lain berusaha menggunakan sudut pandang orang lain atau kelompok lain dalam memahami masalah.

Jadi dapat kita artikan bahwa Pendidikan Iklusif adalah sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam satu lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya

Pentingnya pendidikan iklusif bagi anak berkebutuhan khusus.

pendidikan inklusif untuk siswa berkebutuhan khusus sangatlah penting karena karena anak-anak berkebutuhan khusus juga memiliki potensi serta kecerdasan yang patut dikembangkan. Sayangnya, hingga saat ini belum banyak sekolah yang menerapkan sistem inklusi dan bersedia menerima siswa difabel dengan tangan terbuka. Kehadiran siswa difabel dikhawatirkan mengganggu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) karena sulit menerima dan mencerna materi pelajaran yang diberikan pendidik. Padahal, pengalaman KBM yang melibatkan siswa normal dan siswa difabel mampu memberikan banyak manfaat yang tidak bisa diperoleh dalam sistem pendidikan biasa.

Siswa difabel bisa memperoleh beberapa manfaat berikut ini bila menempuh pendidikan dengan sistem inklusif:

Perkembangan intelektual siswa difabel dapat berlangsung secara maksimal bila menerima materi pelajaran sesuai dengan usia dan kapasitas pola pikirnya.    Kemampuan sosialisasi siswa difabel dapat meningkat secara signifikan. Para ABK memang harus bergaul di lingkungan yang sama dengan anak-anak normal sehingga tidak merasa dikucilkan. Selanjutnya, kemampuan sosialisasi tersebut membuat siswa difabel mampu menyikapi diskriminasi dan bullying dengan cara yang tepat.

Para siswa difabel juga berkesempatan mempelajari cara merawat diri sendiri bila terbiasa menjalani keseharian dengan siswa-siswa normal.

Perbedaan yang dihadapi siswa difabel akan memicu kematangan emosional sehingga tidak mudah merasa rendah diri dan putus asa. Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kondisi disabilitas bukanlah halangan untuk melakukan berbagai hal yang dapat dilakukan orang normal.

Tumbuh kembang alat indra serta anggota tubuh lainnya yang tidak mengalami cacat dapat berlangsung maksimal karena mendapatkan stimulasi setiap hari selama siswa difabel menjalani KBM.

Motivasi pribadi siswa-siswa difabel untuk hidup mandiri dan menggapai cita-cita akan semakin besar.

Siswa difabel akan merasa lebih siap menghadapi realita dunia kerja karena tidak mendapatkan perlakuan khusus sejak menempuh pendidikan.

Kesuksesan penyelenggaraan sistem pendidikan inklusif turut mendukung peningkatan kualitas pendidikan di tanah air secara keseluruhan. Inklusivitas juga dapat menumbuhkan sikap toleransi dan saling menghargai dalam diri siswa-siswa normal karena siswa difabel juga memiliki hak hidup dan hak pendidikan yang sama.

Begitu juga sebaliknya, anak non-ABK bisa belajar berempati dan menghargai perbedaan dengan kehadiran siswa ABK di kelas.

Dikutip Understood, dalam kelas inklusif, guru pendidikan umum dan guru pendidikan luar biasa bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan semua siswa.

Ketika menyekolahkan anak ABK ke sekolah inklusi, biasanya ada rasa kekhawatiran dari keluarga ketika anaknya ditempatkan di ruang kelas yang berbeda dari anak-anak lain seusia mereka. 

Tetapi kebanyakan anak yang memenuhi syarat untuk pendidikan khusus menghabiskan sebagian besar waktunya di ruang kelas pendidikan umum. Banyak dari ruang kelas tersebut yang dikenal sebagai ruang kelas inklusif (atau inklusi).

Kelas inklusif juga diatur dengan berbagai cara.  Beberapa menggunakan model pengajaran tim kolaboratif (atau pengajaran bersama).  Pada pengajaran ini, ada guru pendidikan khusus di ruangan sepanjang hari.

Ada lagi kelas inklusif yang memiliki guru pendidikan khusus yang mengajar pada waktu-waktu tertentu di sepanjang hari mengajar.  Kedua cara ini tetap menyediakan guru yang dapat membantu semua siswa.

Studi menunjukkan bahwa inklusi bermanfaat bagi semua siswa, tidak hanya bagi mereka yang mendapatkan layanan pendidikan khusus.  Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa pendidikan inklusif memiliki efek jangka pendek dan jangka panjang yang positif bagi semua siswa.

Sumber : kompasiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *