Mutu Pendidikan Indonesia Ditinjau dari Filsafat Pendidikan

OPINI

Oleh : Khairotun Nihlah

Mutu pendidikan Indonesia masih menjadi permasalahan dalam perspektif pendidikan. Definisi mutu menurut (Mukhsin, 2019) dapat ditinjau dari dua sisi, yaitu segi normatif dan segi deskriptif. mutu dalam arti normatif ditentukan berdasarkan pertimbangan instrinsik dan ekstrinsik. Mutu pendidikan adalah taraf keunggulan dalam pengelolaan pendidikan secara efektif dan efisien untuk menciptakan keunggulan akademis dan ekstra kurikuler pada peserta didik yang dinyatakan lulus untuk satu jenjang pendidikan atau menyelesaikan pembelajaran tertentu.

Pendidikan Indonesia masih perlu bersaing dengan negara yang lain. Pendidikan diartikan sebagai suatu proses melainkan bukan suatu seni. Beberapa ahli pendidikan di Barat memberikan arti “pendidikan” salah satunya oleh Herman Harrell Horne, beliau adalah filsuf dan pendidik Amerika (1874-1946) dan menjadi juru bicara terkemuka untuk idealisme filosofis dalam teori dan praktik pendidikan selama paruh pertama abad ke-20.

Beliau mengungkapkan pendidikan harus dipandang sebagai suatu proses penyesuaian diri sendiri secara timbal balik dengan alam sekitar, sesama manusia dan dengan tabiat tertinggi dari kosmos. Maksud dari pengertian tersebut jika ditinjau lebih dalam maka proses seseorang menyesuaikan dirinya dengan dunia sekitar.

Dunia sekitarnya pun melakukan penyesuaian diri dengan dirinya. Dia belajar untuk mengetahui cara-cara jalannya alam dan dalam batas-batas tertentu ia harus dapat mengontrol alam sekitarnya. Dia juga belajar mengenali tentang apa saja yang diperlukan oleh sesama manusia terhadap dirinya supaya dia tidak merasa asing hidup di dunia sendiri. Oleh karena itu, filsafat pendidikan mengakui bahwa manusia harus menemukan dirinya sendiri sebagai suatu bagian yang integral dari alam rohani.

Tumpuan filsafat pendidikan berlandaskan dari pandangan-pandangan dalam perkembangan dunia pendidikan, yang terpaut kepada keyakinan terhadap hakikat manusia, keyakinan tentang sumber nilai, maupun hakikat pengetahuan. Aliran filsafat pendidikan yang selalu kita tahu hingga saat ini adalah aliran essensialisme terdiri dari ontologi, epistomologi, dan aksiologi sedangkan dalam filsafat multi paradigma terdiri dari idealisme, materialisme, dualisme, kritisme, empirisme, realisme, rasionalisme, dan fenomenalisme. Filsafat pendidikan mengkaji aliran perenealisme, esensialisme, progresivisme, dan rekonstruksionisme. Pada aliran perenealisme lebih menekankan kepada keabadian, keidealan, dan keindahan dari warisan budaya dan dampak sosial tertentu.

Pada aliran esensialisme lebih menekankan pentingnya pewarisan budaya dan pemberian pengeahuan dan keterampilan pada peserta didik agar dapat menjadi anggota masyarakat yang berguna. Pada aliran progresivisme lebih kepada pentingnya melayani perbedaan individual, berpusat pada peserta didik, dan variasi pengalaman belajar dan proses. Sedangkan pada aliran rekonstruksionisme merupakan elaborasi lanjut dari aliran progresivisme. Peradaban manusia masa depan sangat ditekankan. Peserta didk dapat dibangkitkan kemampuannya secara rekontruksi menyesuaikan diri dengan tuntutan dan perkembangan masyarakat sebagai akibat adanya pengaruh dari ilmu pengetahuan dan teknologi.

Balik lagi kepada permasalahan mutu pendidikan, bahwasanya tidak berdiri sendiri namun terkait dengan suatu sistem yang saling berkaitan. Mutu keluaran dipengaruhi oleh mutu masukan dan mutu proses. Masih banyak penilaian terkait mutu pendidikan Indonesia, pelbagai problematika muncul tidak hanya dalam problem konsep pendidikan, peraturan, dan anggaran namun pelaksanaan pendidikan dari berbagai sistem Indonesia juga ikut serta menambah problematika pendidikan di Indonesia.

Hal ini dilihat dari kemunduran moral anak-anak bangsa, etos kerja yang kurang, keterampilan masih belum meningkat, korupsi yang bertambah dan angka pengangguran semakin bertambah. Hal ini sangat mengkhawatirkan bagi pemerhati pendidikan Indonesia hingga berujung pada satu kesimpulan bahwa ada yang salah dalam sistem pendidikan di negara kita dan perlu hadirnya perbaikan yang menyeluruh terhadap masalah pendidikan di negara kita ini.

Mengutip dari Yunita, 2014 bahwa penyebab rendahnya mutu pendidikan disebabkan oleh (1) rendahnya kualitas pendidik, (2) kurangnya sarana dan prasarana belajar, (3) kurangnya relevan kurikulum yang dibuat pemerintah khususnya daerah pedesaan, (4) kepedulian pihak orang tua peserta didik masih kurang terhadap pendidikan anaknya khusuya di daerah pedesaan, (5) motivasi dalam belajar peserta didik masih kurang, dan (6) dampak buruk dari alat elektronik seperti televisi ataupun play station.

Respons yang dapat kita lakukan dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia adalah melakukan pendekatan secara berlanjut dan pelatihan terhadap pendidik, menetapkan standar mutu, perubahan kultur, sarana dan prasarana pendidikan yang maju dan layak, dan pemerataan pendidikan. Harapan kita semua agar mutu di pendidikan segera meningkat secara signifikan. Selain itu juga perlu kita tanamkan nilai-nilai moral yang patut kita terapkan sejak dini dalam membantu mengubah sistem mutu pendidikan yang lebih baik. Yuk, Semangat!

DAFTAR PUSTAKA

Horne, Herman Harrell. https://biography.yourdictionary.com/herman-harrell-horne

Mukhsin, M. (2019). STRATEGI PENINGKATAN MUTU DI ERA OTONOMI PENDIDIKAN. JUPE: Jurnal Pendidikan Mandala. https://doi.org/10.36312/jupe.v4i5.845

Siegel, Harvey. (2010). Introduction: Philosophy of Education and Philosophy.

Sumantri, Jujun. (2009) Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan,

Yunita. (2019). Penyebab Rendahnya Mutu Pendidikan di Indonesia.

Horne, Herman Harrell. https://biography.yourdictionary.com/herman-harrell-horne

Mukhsin, M. (2019). STRATEGI PENINGKATAN MUTU DI ERA OTONOMI PENDIDIKAN. JUPE: Jurnal Pendidikan Mandala. https://doi.org/10.36312/jupe.v4i5.845

Siegel, Harvey. (2010). Introduction: Philosophy of Education and Philosophy.

Sumantri, Jujun. (2009) Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan,

Yunita. (2019). Penyebab Rendahnya Mutu Pendidikan di Indonesia.

Sumber : kompasiana.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *