Purwakarta dan Subang Batal Pembelajaran Tatap Muka, Daerah Tanpa Sinyal

Jawa Barat

PURWAKARTA. Rencana pembelajaran tatap muka di sejumlah daerah di Jawa Barat batal digelar karena peningkatan jumlah kasus Covid-19 di daerah masing-masing.

Kepala daerah setempat memutuskan untuk tidak jadi mengizinkan pembelajaran tatap muka.

Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Barat Wahyu Mijaya mengatakan, pembatalan rencana pembelajaran tatap muka terjadi di Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang.

Semula, di dua daerah tersebut, akan digelar pembelajaran tatap muka pada hari ini, Senin, 11 Januari 2021.

“Kepala daerah melihat kondisi jumlah kasus Covid-19 naik terus sehingga tidak belajar tatap muka dulu,” ujar Wahyu, Minggu, 10 Januari 2021.

Sementara itu, daerah lain yang kepala daerahnya mengizinkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka, tetap bisa menggelar pembelajaran tatap muka.

Terutama di lokasi yang tidak memiliki sinyal telefon. Wahyu mencontohkan, beberapa titik selatan Sukabumi yang tidak memiliki sinyal telefon bisa menggelar pembelajaran tatap muka.

Adapun, kabupaten/ kota yang kepala daerahnya tidak mengizinkan pembelajaran tatap muka, akan melaksanakan pembelajaran jarak jauh.

Dinas Pendidikan Jawa Barat telah menyediakan sistem pembelajaran “Masagi” yang akan diterapkan di sekolah-sekolah.

Pada intinya, pembelajaran pada semester genap 2020/2021 akan disederhanakan, termasuk dalam pemberian tugas kepada siswa.

Setiap guru tidak lagi memberikan tugas untuk setiap mata pelajaran kepada siswa.

Melainkan mengolaborasikan beberapa mata pelajaran dalam satu tugas. Penyederhanaan tugas itu merupakan respons dari keluhan siswa terkait banyaknya tugas saat pembelajaran jarak jauh.

Meski demikian, kualitas pendidikan yang diberikan kepada siswa diupayakan tidak berkurang dengan penyederhanaan sistem pembelajaran.

Empat kualitas siswa tetap harus diperhatikan ketika sistem pembelajaran disederhanakan, yakni perkembangan otak, fisik, emosi dan aspek religius.

Agar para guru dapat memberikan pembelajaran jarak jauh yang lebih baik, Dinas Pendidikan Jawa Barat akan mengevaluasi hasil pelatihan yang telah diberikan pada 2020.

Berdasarkan hasil evaluasi itu, Dinas Pendidikan Jawa Barat akan menentukan jenis pelatihan yang diberikan kepada guru pada tahun ini.

Sumber : pikiran-rakyat.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *