Dongeng Kancil dan Para Buaya, Ambil Pelajaran dari Cerita Ini!

Edukasi

Untuk mengisi waktu luang selama pandemi ini, yuk kita baca dongeng bu! Saat orang tua membacakan dongeng kepada anak, secara tidak langsung orang tua sedang mengenalkan budaya membaca kepada anak.

Meski usianya masih terlalu dini, namun dengan mendengarkan dongeng yang dibacakan Mama atau Papa bisa melatih rangsangannya untuk gemar membaca. Selain itu, membacakan dongeng kepada anak juga akan meningkatkan kemampuan visualisasinya.

Pelajaran apa dari cerita Kancil dan Buaya ini?

Ada banyak dongeng nusantara yang bisa dibacakan untuk Si Kecil, salah satunya adalah kisah kancil dan buaya yang dijamin bikin anak-anak tertarik untuk menyimak.

Kisah ini dapat mengajari anak-anak tentang berbuat baik kepada semua orang dan tidak menyalahgunakan kecerdasan mereka untuk merugikan orang lain. Nah, berikut ini Popmama.com telah merangkum cerita kancil dan buaya yang bisa Mama bacakan untuk Si Kecil.

1. Di alam liar, banyak sekali hidup satwa liar, salah satunya adalah kancil yang pandai

Di alam liar yang luas, terdapat berbagai macam satwa liar. Salah satunya adalah kancil. kancil yang satu ini memang dikenal memiliki kecerdasan yang luar biasa. Tak hanya pandai, Kancil juga dikenal sebagai hewan yang bersahabat satu sama lain.

Seperti suatu pagi, dia melihat induk bebek berenang bersama anaknya. Bahkan Kancil yang sedang berjalan melewati hutan menyapa bebek, “Hei bebek! Senang sekali kamu berenang. ”

Hal yang sama berlaku untuk hewan lain yang sepanjang perjalanan tidak berhenti menyapa dan menyapa. Itulah kancil dengan keramahan yang selalu dihormati oleh banyak satwa liar di hutan.

2. Kancil sangat dihormati oleh semua satwa liar hutan karena keramahan dan kecerdikannya

Tak hanya bersahabat, kancil yang dikenal dengan kepintarannya juga kerap membantu satwa hutan dalam menyelesaikan masalah. Banyak hewan yang mendatangi kancil jika ada masalah, rusa dengan senang hati membantu dan menyelesaikan masalah temannya.

Seperti pada satu titik, saat berjalan melalui hutan dia menemukan tiga anak ayam terperangkap di dalam lubang yang cukup dalam untuk mereka.

Kancil segera mendekati anak ayam dan turun ke lubang untuk membantu mereka yang terjebak. Saat masuk, Kancil itu membungkuk dan meminta anak ayam itu untuk memanjat tubuhnya.

“Ayolah! Kamu bisa naik ke tubuhku, jadi kamu bisa keluar dari ini dan bertemu orang tuamu. ” Katakanlah Kancil yang ramah.

Setelah semua anak ayam berhasil memanjat ke dalam tubuhnya, Kancil tersebut melompat keluar dari lubang dan berjalan menuju induk ayam yang sedang kebingungan mencari anaknya. Dia juga melepaskan tiga anak ayam tadi kepada ibunya.

Sang ibu juga sangat senang dan berterima kasih kepada Kancil yang telah membantu anaknya. Tak hanya induk ayam, ketiga ayam itu pun kompak bersorak-sorai berterima kasih kepada kancil, “Terima kasih pak kancil!” kata ketiga anak ayam itu dengan gembira.

3. Kancil melihat sebatang pohon buah-buahan di seberang sungai dan ingin menyeberangi sungai yang deras

Setelah berkeliling, rusa mulai merasa lapar. Ia menyisihkan untuk makan rumput di sekitarnya. Setelah makan rumput, rusa berkata, “Rerumputan saja tidak membuatku kenyang.”

Kancil kemudian melanjutkan berjalan di bawah terik matahari hingga mencapai sungai di hutan. Dia mendekati tepi sungai untuk memuaskan dahaga setelah berjalan dan makan.

Setelah minum, kancil yang sedang memandangi sungai langsung bersinar saat melihat sesuatu yang menarik di seberang sungai. Hal yang membuatnya tertarik adalah pohon buah yang bisa menghilangkan rasa laparnya lebih awal.

Namun, aliran air sungai yang deras tidak memungkinkan kancil untuk menyeberang sungai. Dia juga mencari cara untuk menyeberang tanpa bahaya. Hingga ia mendapat ide dengan menipu buaya-buaya di sungai.

4. Kancil menyeberangi sungai dengan cara mengelabui buaya di sungai

Seekor buaya keluar ke tepi sungai untuk mendekati rusa yang tampak senang, “Hei Kancil! Apakah kamu pergi ke sungai? Apakah Anda ingin menjadi makanan kami? ” buaya itu bertanya pada rusa.

Kancil pun dengan senang hati menjawab pertanyaan buaya, “Saya punya kabar baik untuk kalian semua, saya membawa daging segar dari raja dan diperintahkan untuk menghitung jumlah buaya di sungai. Ka

cukup lian untuk berbaris di sungai dan aku akan menghitungnya nanti. ”

Merasa senang mendengar kabar bahwa rusa (kancil) tersebut membawakan daging segar untuknya dan teman-teman buaya lainnya, buaya pun menanggapi permintaan rusa tersebut dan memanggil semua buaya yang ada di sungai untuk berbaris membentuk jembatan.

“Jadi!” kata semua buaya dengan penuh semangat. Kancil pun dengan senang hati melompati buaya tersebut dan pura-pura menghitung buaya yang telah berbaris membentuk jembatan.

Setelah sampai di ujung, rusa (kancil) itu melompat ke tepi sungai. Lalu dia berkata, “Terima kasih buaya, terima kasih, saya bisa menyeberangi sungai ini.”

Setelah mengatakan hal itu kepada buaya, kancil itu segera lari meninggalkan buaya yang marah karena perbuatannya. Kancil juga dengan bebas memakan buah-buahan di seberang sungai untuk menghilangkan rasa lapar mereka.

5. Pelajaran yang bisa diambil dari Dongeng kancil dan buaya

Pesan moral yang bisa didapat dari dongeng anak kancil dan buaya adalah rusa menipu buaya agar bisa menyeberangi sungai dan mendapatkan apa yang diinginkannya. Hal itu kemudian membuat buaya sangat marah kepada rusa tersebut.

Ini bisa menjadi pelajaran bahwa semua perbuatan jahat hanya akan menambah musuh.

Jadi lebih baik menggunakan kecerdasan hanya untuk hal-hal yang baik agar lebih banyak orang menghormati.

Itulah pelajaran yang bisa dipetik oleh anak-anak Bun dari cerita yang mereka baca tentang Kancil dan buaya. Tetap ajari anak untuk selalu berbuat baik kepada setiap orang dan jangan menyalahgunakan kecerdasannya ya, Bun!

Sumber : news.schmu.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *