Muhammadiyah Masih Tak Mengerti Konsep Asesmen Nasional

pendidikan & kesehatan Program Pendidikan

Jakarta: Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mempertanyakan konsep implementasi Asesmen Nasional (AN). Sistem pengganti Ujian Nasional (UN) itu akan diterapkan tahun ini.

Sekretaris Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah Alpha Amirrachman meminta Kemendikbud segera menjelaskan konsep pelaksanaan AN. Kemendikbud juga bisa memberi contoh negara lain yang telah menjalankan hal serupa AN.

“Terkait AN ini masih belum jelas konsepnya, apakah model asesmen seperti ini sudah pernah ada di negara lain, mungkin bisa diberikan contoh faktual dan konkrit,” kata Alpha dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR, secara virtual, Selasa, 12 Januari 2021.

Menurut dia, penjelasan perlu dilakukan agar setidaknya para pemangku kepentingan dapat melihat gambaran AN di negara lain. Hingga akhirnya dapat memberi penilaian apakah AN dapat menjadi nilai positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di masa mendatang.

Dia tidak ingin AN di Indonesia malah mempertaruhkan kualitas pendidikan. Ia menekankan, sistem yang dibuat seharusnya bukanlah ajang trial and error.

“Sebagai pelajaran, supaya kita tidak terjebak dalam kebijakan trial dan error, jadi harus mengetahui kesalahan dulu, baru diperbaiki,” ungkapnya.

Menurut dia, AN juga tak menggambarkan pengukuran nilai kognitif, afektif dan motorik. Maka dari itu, dia juga meminta AN memiliki ekosistem untuk membentuk kemampuan kognitif, afektif serta motorik pelajar.

“Kemudian juga AN perlu juga membangun semangat kolaboratif dan kompetitif yang positif bagi siswa agar terpacu meningkatkan kemampuannya,” tutup Alpha.

Sumber : medcom.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *