Home Schooling, Pendidikan Tanpa Sekolah Mungkinkah Efektif?

OPINI

Oleh : Fhi Sofia

Pendidikan non-sekolah didasarkan pada asumsi awal bahwa pembelajaran adalah dorongan yang alami, menyenangkan dan mustahil dihindari yang lahir bersama diri kita. Pendidikan tanpa sekolah mengetuk keingintahuan alamiah dan keinginan untuk belajar.

Terlepas dari semua ini, ada banyak alasan kenapa kita memilih untuk menjalani home schooling daripada sekolah formal seperti kebanyakan lainnya. Namun dari beberapa hal bahwa home schooling tidak seburuk apa yang kita pikirkan kita bisa belajar di manapun tanpa terikat waktu dan tempat.

Pembelajaran di sekolah memang menyenangkan sebab kita belajar bersama teman-teman yang lain dengan kurikulum yang diberikan pendidik kepada siswa. Tetapi bagi mereka yang menjalani home schooling mereka dapat belajar lebih banyak dengan minat mereka, mempelajari apa yang kita inginkan. Mereka belajar dari kekuatan dan keinginan mereka tidak terfokus pada kelemahan mereka (Jika kita menyukai seni kita akan berpikir untuk bagaimana lebih mengembang kan minta dan kesenangan kita terhadap seni tersebut).

Seperti misalnya, jika kita sekolah formal diajarkan banyak materi pelajaran, tentu kita tidak akan memahami semua pelajaran itu hanya sebagian dan beberapa. Contohnya; kita menyukai pelajaran bahasa dan tidak begitu menyukai pelajaran matematika namun ketika berada di sekolah mau tidak mau ketika pendidik memberikan pelajaran tersebut harus kita ikuti, ada tes dan sebagainya. Sebab kecerdasan setiap orang itu berbeda.

Pendidikan tanpa sekolah; bukanlah satu cara tertentu, ini adalah belajar dengan tingkatan kita sendiri, minat kita sendiri, dan dengan kecepatan kita sendiri.

Pendidikan tanpa sekolah akan menghasilkan karakteristik-karakteristik individu seperti berikut;

  • Bagi anak-anak yang tidak bersekolah, belajar sama alaminya dengan bernafas
  • Orang-orang yang berbeda mempelajari hal-hal yang berbeda
  • Tidak terpusat pada ide-ide dan kegiatan teman-teman sebaya (lebih tertarik pada keanekaragaman manusia yang luas)
  • Mempunyai rasa percaya diri dalam belajar
  • Pemikir yang kritis

Kebanyakan dari kita memikirkan bahwa pendidikan sebagai proses formal dari bangku sekolah, kuliah-kuliah, buku teks pelajaran, latihan soal dan ujian kita lupa betapa banyaknya kita belajar dari lingkungan bahkan tanpa berpikir tentang itu.

Sumber : kompiasana.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *