92% Orang Tua Siswa SMP di Padang Izinkan Anaknya Belajar Tatap Muka

sumatera barat

PADANG– Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah ( MKKS) SMP Kota Padang, Junaidi mengatakan selama dimulainya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah berjalan lancar. Guru, pegawai bisa mematuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Artinya sejauh ini tidak ada kendala yang berarti.

“Anak-anak juga cukup antusias dan gembira (mengikuti pembelajaran tatap muka). Kalau disurvei KPAI 75 persen tapi kalau di sekolah kita orang tua yang mengizinkan anaknya pembelajaran tatap muka 92 persen. Jadi hanya 8 persen anak-anak kita yang tidak diizinkan sekolah tatap muka,” kata Juanidi seperti ditayangkan PadangTV dengan tema bertajuk “Dilema Sekolah Tatap Muka di Kota Padang”, dilansir Harianhaluan.com, Jumat (15/1/2021).

Junaidi bersyukur pembelajaran tatap muka berjalan lancar, tertib, dan bisa mematuhi protokol kesehatan. Sebelum membuka sekolah, kata dia, ada tahapan dari Dinas Pendidikan yang harus dipenuhi. Diantaranya, mengisi data kesiapan sekolah dengan memenuhi saran prasarana yang dibutuhkan.

“Setiap kelas harus ada wastafel dengan sabunnya, ada handsanitizer, termo gun, pokoknya segala kebutuhan untuk memenuhi protokol kesehatan harus diikuti. Tahatapannya sudab kita lewati dan Dinas Pendidikan sudah berivikasi ke lapangan untuk melihat kesiapan sekolah,” ujar Junaidi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Habibul Fuadi mengatakan pihaknya telah menyediakan beberapa aturan yang harus dipenuhi sekolah. Mulai dari persyaratan khusus hingga sarana dan prasarana di sekolah yang harus disediakan.

“Merujuk kepada keputusan menteri mengenai pembelajaran tatap mula, sebelum dibuka tahun ajaran baru setiap sekolah sudah harus menyediakan sarana dan prasarana untuk peserta didik,” katanya, Selasa (29/12/2020).

Habibul Fuadi melanjutkan, sarana yang dimaksud seperti thermal gun, tempat cuci tangan, hingga masker. Kemudian, keputusan peserta didik akan melakukan belajar tatap muka juga harus melalui persetujuan orang tua. Jika orang tua setuju maka, siswa akan melakukan pembelajaran di sekolah atau offline. Namun jika orang tua tidak mengizinkan maka siswa tersebut akan belajar secara daring.

Sumber : harianhaluan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *