MKKS SMP Padang Siapkan Alur Jika Ditemukan Kasus Covid-19 di Sekolah

kesehatan dalam pendidikan sumatera barat

PADANG- Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah ( MKKS) SMP Kota Padang, Junaidi menyebutkan, jika ditemukan kasus Covid-19 di sekolah sudah ada dipersiapkan alur atau rambu-rambunya. Alurnya, yakni bagi anak didik yang terinfeksi Corona akan dibimbing untuk mengikuti protokol kesehatan, seperti di isolasi dan sebagainya.

“Untuk sekolah, kalau kasusnya bersifat individu namun yang lain tetap berjalan. Tentu juga sudah ada langkah-langkah yang dilakukan,” kata Junaidi seperti ditayangkan PadangTV dengan tema bertajuk “Dilema Sekolah Tatap Muka di Kota Padang”, dilansir Harianhaluan.com, Jumat (15/1/2021).

Junaidi mengatakan, dalam 2 (dua) bulan ini masih masa transisi Covid-19. Jika mampu menjalani dengan baik, tidak ada kasus dan sebagainya maka akan masuk ke Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Menurutnya, antara perguruan tinggi dan pendidikan dasar jauh berbeda.

“Karena bagi mahasiswa di perguruan daring bisa kuliah secara online. Sebab orientasi pertama ada dipengetahuan dan keterampilan,” ujar Junaidi.

Namun kata Junaidi, di sekolah dasar tidak hanya sekedar mentransfer pengetahuan tetapi yang paling utama adalah pendidikan karakter. Kalau dalam kurikulum ada yang disebut K1 dan K2 atau aspek sikap religius dan sosial.

“Nah, ini yang menjadi kesulitan orang tua dalam pembelajaran daring. Kalau daring itu pengetahuan memang bisa dicari di internet tapi pendidikan karakter K1 K2 akan kesulitan melalui daring,” ucap Junaidi.

Bagi Junaidi, pengetahuan memang diajarkan ke anak-anak tetapi untuk penentuan sikap harus dibiasanya bukan diajarkan. Membiasakan inilah yang dilakukan guru di sekolah ke anak murid saat pembelajaran tatap muka.

Sebelumnya, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menginginkan Dinas Pendidikan harus tanggap cepat. Jangan sampai pada saatnya sudah membuka, belum siap dengan sarana dan prasarana protokol kesehatan.

S”yakin sudah ini sudah dibicarakan, karena tahun depan sudah mulai pembelajaran tatap muka,” kata Irwan Prayitno dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pembelajaran Tatap Muka Tahun 2021 Pengelolaan Dana Bos, Sekolah Penggerak dan PPDB Tahun Pembelajaran 2021/2022 di Auditorium Gubernuran, Senin (28/12/2020).

Acara Rakor tersebut dibuka langsung oleh Irwan Prayitno dan dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumbar Drs. H. Nasrul Abit, Bupati Walikota, Forkopimda, Kepada Dinas Pendidikan, Kanwil Agama se Sumbar.

Gubernur dua periode ini menjelaskan, di daerah sudah ada membuka sekolah tatap muka khusus untuk wilayah di zona hijau Covid-19. Ini menjadi perhatian di daerah, tentu dengan gayanya masing masing, sistem masing-masing, yang terpenting harus mengikuti protokol kesehatan. Covid-19 tidak akan pernah habis kecuali ada vaksin dan obat. Saat ini kerja pemprov Sumbar terus mengendalikan Covid-19 dengan testing, tracing, treatment dan isolasi.

“Yang bisa dilakukan adalah bagaimana mengendalikan covid tersebut. Tidak mungkin mengenalkan covid sepanjang belum ada obat dan antivirusnya. Namun pengendalian bisa berantakan, apabila muncul klater baru di sekolah,” ungkapnya.

Sumber : harianhaluan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *