Pendidikan Dapat Terus Berlangsung Tanpa Sekat Ruang dan Waktu Berkat

Program Pendidikan

Markas Besar TNI Angkatan Udara menggelar Talk Show dan Media Gathering SMA Pradita Dirgantara, Kamis, (14/1/2020). Talk Show ini mengangkat tema “SMA Pradita Dirgantara Sebagai Icon Disrupsi Pendidikan Indonesia”.

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, yang membuka acara talk show tersebut, mengatakan, pada tahun 1990-an diperkenalkan teori produksi dimana pemanfaatan teknologi serta penerapan prinsip kerja yang inovatif dapat membantu organisasi dalam bersaing dan bahkan mampu mendeskripsi organisasi-organisasi lain yang sudah mapan dan 3 dekade sejak teori tersebut dikenalkan kepada dunia.

“Banyak kita jumpai validitas teori tersebut tak terkecuali tentang pendidikan,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang menggagas konsep merdeka belajar yang mengutamakan kemandirian dan kemerdekaan bagi lingkungan pendidikan untuk melakukan berbagai inovasi proses pembelajaran sangatlah penting dalam menghadapi era disruptif ini

“Selaku Kepala Staf Angkatan Udara, menyampaikan kembali komitmen TNI Angkatan Udara untuk senantiasa mendukung program-program yang telah ditetapkan pemerintah, termasuk untuk turut serta menghasilkan sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia emas 2045. Kehadiran SMA Pradita Dirgantara merupakan upaya konkrit Angkatan Udara dalam mewujudkan yang memiliki cita-cita luhur untuk mencetak manusia yang berkarakter. SMA Pradita Dirgantara fokus pada penanaman karakter generasi yang berwawasan Nusantara dengan tetap memegang teguh Pancasila dalam rangka mewujudkan tujuan, kemudian terus berupaya untuk mengumpulkan generasi muda beasiswa kepada peserta didik tahun ini ,” urai Kasau.

Kasau memberikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran para peserta dan para narasumber yang telah berkenan meluangkan waktu bagi pengetahuan dan wawasannya.

“Thank you for perfect,” ujar Kasau seraya mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum PIA Ardhiya Garini, Inong Fadjar Prasetyo dan Ketua Umum Dharma Pertiwi Nani Hadi Tjahjanto beserta pengurus yayasan dan civitas akademika SMA Pradita Dirgantara atas terwujudnya acara ini.

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dalam sambutannya mengatakan, pandemi Covid-19 telah menyebabkan isu berskala global di samping menimbulkan masalah kesehatan dan ekonomi, juga telah membawa perubahan pada dunia pendidikan atau pembelajaran jarak jauh yang saat ini menjadi tren baru yang membutuhkan koneksi internet menjadi kebutuhan dunia pendidikan.

“Tidak hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia pendidikan dapat terus berlangsung tanpa sekat ruang dan waktu berkat kecanggihan teknologi. Kebijakan ini merupakan komitmen pemerintah terhadap pemenuhan hak pendidikan bagi seluruh anak Indonesia di tengah pandemi,” kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dalam aplikasi zoom meeting itu.

“Kita semua menyadari bahwa hanya melalui pendidikan kita dapat menyiapkan generasi masa depan berkualitas mengawasi negara ini di masa mendatang dan jangka panjang, tidak boleh berhenti, karena Pandemi, saya menyambut baik acara Talk Show yang mengambil tema SMA Pradita Dirgantara Icon Disrupsi Pendidikan di Indonesia, sejalan dengan kebijakan yang telah dicanangkan oleh SMA Pradita Dirgantara telah menempatkan diri untuk dapat menghadapi pendidikan. Acara talk show kali ini harus dijadikan sebagai sarana untuk mengimplementasikan visi perubahan tersebut dan manfaatkan kegiatan ini untuk mengembangkan wawasan dan pemahaman agar kita siap menghadapi arus perubahan dunia pendidikan Indonesia dan kemajuan iptek dunia,” terang Panglima TNI.

Pemikiran kritis dan terbuka, sambung Panglima, inovasi- inovasi dalam proses belajar- mengajar dan kehadiran para narasumber yang sangat kompeten dalam dunia pendidikan Indonesia dan tentunya Menteri Pendidikan Republik Indonesia, Nadiem Makarim, acara talk show hari ini akan banyak memberi manfaat bagi kita semua,” ucapnya.

Acara talk show yang dipandu Host, Ronald Surya Praja itu dimulai pukul 13.00-16.00 WIB, dengan menghadirkan Founder Rumah Perubahan Rhenald Kasali, Mendikbud, Duta Besar negara sahabat, Atase Pertahanan, Atase Udara, Atase Pendidikan, Ketua Umum IJTV, dan berbagai narasumber dalam dan luar negeri lainnya.

Menurut Rhenald Kasali, tantangan era disrupsi yang kita hadapi saat ini besar dan berubah dimana tidak semua wilayah di Indonesia dapat diakses dengan internet.

“Tantangan pemerataan, karena akses dan kepemilikan teknologi. Tidak semua desa bisa akses 4G, paling hanya bisa SMS (Short Massage Service). Sementara kebutuhan pembelajaran dengan teknologi sangat tinggi,” kata Rhenald.

Sumber : tangerangonline.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *