Tepis Dampak Negatif Media Melalui Literasi Media

OPINI

Oleh : Tamara Sofyan Juan

SURABAYA — Mudahnya penyebaran berita palsu karena sebuah kebebasan yang teramat besar, literasi media menjadi keterampilan penting yang dibutuhkan oleh seseorang, termasuk yang paling utama adalah usia remaja.

Menurut  McGuire, literasi media adalah mengembangkan kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi dan menghasilkan komunikasi dalam berbagai bentuk. Literasi media juga membantu seseorang untuk belajar tentang apa yang kredibel dan membantu seseorang untuk memahami perbedaan antara fakta dan fiksi.

Seperti yang dilakukan oleh Mahasiswa  Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya prodi Ilmu Komunikasi Tamara Sofyan Juan  bersama dengan Ibu Fitri Norhabiba, S.I.Kom., M.I.Kom sebagai Dosen Pembimbing, telah melakukan sebuah kegiatan pengabdian secara virtual dengan  tema Literasi Media  kepada  Paguyuban Cacak Yuk Lumajang Minggu 27 September 2020 pukul 19.00 WIB. Hal ini  memiliki tujuan agar anggota paguyuban dapat menjadi contoh bagi generasi muda dalam melakukan pemilahan sebuah informasi dan dapat menjadi salah satu jembatan untuk terus melakukan sebuah edukasi literasi media.

Telah disadari bukan suatu hal yang awam bila media komunikasi saat ini perkembangannya semakin beragam.  Berbagai jenis media telah merambah ke berbagai kalangan komunitas masyarakat, tanpa membedakan strata sosial mapun ekonomi  dan dengan mudah mempengaruhi dalam berbagai cara. Pada perkembangan saat ini media menanamkan nilai ideologi baru berupa gaya hidup, budaya konsumerisme dan model peniruan sikap dan perilaku para artis/actor tertentu yang dipopulerkan media. Maka dari itu perlunya penetrasi media yang semakin gencar dan bebas harus diimbangi dengan literasi media sebagai budaya tangkal atas dampak negativ media. Selain itu juga dampak dari literasi media bertujuan untuk melindungi para konsumen aktif media yang rentan dan lemah terhadap media penetrasi budaya media baru.

Dalam kegiatan pengabdian virtual tersebut sekitar 25 orang yang dengan antusias ikut serta dalam pelaksanaan webinar. Peserta juga melakukan sharing  dan berharap untuk kegiatan edukasi semacam webinar ini akan terus berlanjut dengan tema — tema yang berbeda.

Progres literasi media didasarkan pada semakin pesatnya gempuran informasi media yang tidak diimbangi dengan kecakapan mengkonsumsinya. Maka dari siini literasi media juga berlaku untuk semua konsumen media online atau media baru yang tersebar melalui jejaring media internet Literasi media tentunya tidak akan berjalan baik  tanpa peran serta dari masyarakat.

Sumber : kompasiana  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *