Pendidikan Antikorupsi Sejak Bangku Sekolah

OPINI

Oleh : Arofi Nafsak

Apa itu Pendidikan Antikorupsi? Apakah perlu pendidikan itu diajarkan sejak dini? Mengapa??? Itulah mungkin pertanyaan yang akan muncul ketika istilah pendidikan antikorupsi terdengar.

Dewasa ini masih saja kita saksikan berita tentang tindak pidana korupsi yang terjadi dimana-mana. Padahal, tentunya pihak pemerintah sudah menangani permasalahan tersebut dengan berupa penjatuhan hukuman terhadap setiap pelaku tindak pidana korupsi. Lantas apa yang membuat tindak pidana tersebut masih konsisten hingga saat ini? Mari kita bahas bersama.

Latar belakang utama persoalan tindak pidana korupsi ini masih ada hingga saat ini yaitu hilangnya nilai-nilai antikorupsi dalam individu seseorang. Nilai-nilai tersebut diantaranya yaitu kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, kerja keras, keberanian, dan keadilan.

Mengapa nilai-nilai tersebut bisa hilang?? Itu dikarenakan tidak adanya pendidikan antikorupsi yang diterima individu tersebut atau tidak ditanamkannya pendidikan anti korupsi tersebut sejak dini. Jadi, penting atau perlu mengajarkan pendidikan antikorupsi itu sejak dini, agar kita bisa menanamkan satu persatu dari nilai-nilai antikorupsi yang ada. Karena tentunya apabila semua nilai antikorupsi itu ditanamkan secara langsung, pasti kita akan kesulitan.

Berikut beberapa pengamalan pendidikan antikorupsi yang bisa diterapkan sejak bangku sekolah:

1. Guru dapat memasukkan nilai antikorupsi pada setiap mata pelajarannya

Pada setiap mata pelajaran, guru dapat melatih kepedulian setiap siswanya dengan memberikan arahan kepada siswanya yang mampu/bisa untuk menjelaskan kepada temannya yang kurang bisa. Selain itu, guru juga bisa mengawasi siswanya ketika ujian agar tidak ada siswa yang mencontek. Dan apabila ada, guru segera memberi tahu dampak dari mencontek tersebut.

2. Diadakan kegiatan Menonton bersama terkait pendidikan antikorupsi oleh Guru mata pelajaran PKn

Biasanya setiap anak/siswa akan lebih tertarik untuk menonton dari pada membaca, oleh karena itu sesekali Guru mata pelajaran PKn bisa menyediakan waktunya untuk memutarkan video terkait pendidikan antikorupsi. Kemudian siswa diminta untuk menyimpulkan dari Video yang telah dilihatnya.

3. Mengisi angket pendidikan antikorupsi

Guru BK bisa menyiapkan soal-soal terkait pendidikan antikorupsi yang kemudian nantinya dibagikan kepada siswa pada saat mata pelajaran Bimbingan Konseling berlangsung.

Sumber : kompasiana.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *