Rapat Bareng DPR, Gus Yaqut: Ribuan Madrasah Tak Terjangkau Internet

pendidikan agama

JEMBER – Pandemi Covid-19 menimbulkan dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat indonesia, tak terkecuali di sektor pendidikan.

Masifnya penularan virus Covid-19 membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh lembaga atau institusi pendidikan.

Kebijakan yang berlangsung sejak tahun 2020 silam, hingga saat ini tak terlepas dari berbagai persoalan dan kendala yang dihadapi.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan terdapat dua kendala yang menjadi catatan Kementerian Agama terkait implementasi pembelajaran jarak jauh (PJJ) Madrasah.

Menteri yang biasa disapa Gus Yaqut ini menuturkan ada lebih dari 13 ribu madrasah berada pada area blank spot atau tidak terjangkau signal provider internet.

Data tersebut berdasarkan hasil klarifikasi dan investigasi yang dilakukan tim Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag.

“Kami memiliki catatan, klarifikasi, serta investigasi di lapangan. Ada sejumlah 13.790 madrasah yang berada pada wilayah blank spot,” ungkap Gus Yaqut pada, Senin 17 Januari 2021, dikutip PORTAL JEMBER dari situs resmi Kemenag.

 “Jadi mau diisi pulsa berapapun tidak bisa dipakai. Jadi memang ini tidak ketidaktersediaan infrastruktur, saya kira menjadi faktor persoalan,” imbuhnya.

Hal tersebut disampaikan Gus Yaqut saat mengikuti Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta.

Lebih lanjut, Gus Yaqut mengungkapkan permasalahan lain yang dihadapi saat pelaksanaan kebijakan PJJ. Permasalahan tersebut terkait banyaknya madrasah di daerah yang belum teraliri oleh jaringan listrik.

Gus Yaqut mengatakan ada sekitar 11.998 madrasah di berbagai daerah di Indonesia yang tidak mendapatkan aliran listrik.

“Kemudian 11.998 madrasah yang tidak ada atau belum teraliri listrik. Ini Indonesia di tahun 2021,” tuturnya dengan tegas.

Gus Yaqut bersama jajarannya juga terus berupaya mencari solusi alternatif agar pihaknya mampu memberikan pelayanan pendidikan bagi siswa madrasah di seluruh Indonesia.

“Kendala ini menjadi catatan kami, dan terus kamu upayakan agar dapat segera teratasi,” ujar Gus Yaqut dalam pemaparannya.

Gus Yaqut beserta jajarannya juga menjalin  komunikasi dengan sejumlah pihak terkait seperti provider telekomunikasi hingga penyedia layanan listrik.

Menurutnya, hal ini sangat penting dilakukan untuk memberikan pelayanan yang baik serta dapat memfasilitasi pelaksanaan PJJ di madrasah naungan Kemenag.

“Tentu kami terus melakukan komunikasi baik dengan penyedia atau provider atau telekomunikasi provider ini untuk bisa memberikan fasilitas-fasilitas terkait dengan pembelajaran jarak jauh ini,”

“Dan dengan perusahaan listrik negara ada 11.998 madrasah yang belum teraliri listrik ini, bisa kemudian mendapat fasilitas PJJ yang diberikan oleh pemerintah,” kata Gus Yaqut.

Sumber : portaljember

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *