Refleksi Merdeka Belajar Tahun 2020-2021

OPINI

Oleh: Muhammad Husen Db, M.Pd

Pendidikan harus memperbaiki

Memperbaiki sekaligus menambah pengetahuan. Dari hari ke hari, pendidikan memberikan efek perubahan yang harusnya lebih baik. Dengan pendidikan setiap orang akan bertambah pengetahuan, dan dengan pengetahuan merubah sikapnya menjadi lebih baik. Lebih tahu atas apa yang terjadi disetiap aktivitasnya. Secara langsung maupun tidak langsung memberikan dampak terhadap pendidikan formal maupun pendidikan informal dan pendidikan non formal.

Dalam setiap sistem kerja, harus terus diupayakan untuk ada cara dalam mengevaluasi kerja jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang. Penting untuk dilakukan karena dengan melihat sejauh mana hasil kerja disetiap tahapan.

Pendidikan adalah simbol perubahan yang menghantarkan anak negeri untuk maju dan berkembang. Sebuah negara akan dikatakan maju, karena tingkat pendidikannya juga maju dan berkembang. Tanggal 24 Februari 2020 media online Kompas memberitakan bahwa Indonesia dikabarkan akan dikeluarkan dari daftar negara-negara berkembang. Dalam berita itu kompas memberitakan bahwa hal tersebut dicetuskan Amerika Serikat (AS) melalui Kantor Perwakilan atau Official of the US Trade Representative (USTR) di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Untuk diketahui, di dunia ini negara terbagi menjadi dua, yaitu negara maju dan negara berkembang. Negara maju biasanya memiliki Pendapatan Nasional Bruto (PNB) per kapita yang tinggi serta memiliki pertumbuhan penduduk yang rendah. Sedangkan negara berkembang memiliki tingkat kesejahteraan relatif rendah. Indeks perkembangan manusia tercatat dibawah standar normal.

Beberapa negara maju dari daftar yang dirilis kompas beberapa benua. Benua Asia adalah Jepang, Hong Kong, Israel, Korea Selatan, Makau, Taiwan, Singapura. Benua Amerika negara majunya adalah Amerika Serikat dan Kanada. Benua Eropa negara maju adalah Austria, Belanda, Belgia, Britania Raya, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman. Benua Afrika dengan negara majunya adalah Afrika Selatan, Afrika Tengah, Algeria, Angola, Benin, Bostwana, Burkina Fao, Burundi dan beberapa negara lainnya. Benua Australia dan Oceania negara maju adalah Australia, Selandia Baru.

Indonesia adalah negara berkembang. Posisi Indonesia sebagai negara berkembang seperti Kazakhstan, Kirgiztan, Tajikistan, Turkmenistan, Uzbekistan, China, Mongolia, Brunei Darussalam, Filipina, Malaysia. Beberapa negara yang juga negara berkembang seperti Indonesia adalah Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand dan beberapa negara lainnya termasuk Nigeria, Kongo, Sudan.

Negara berkembang memberikan dampak terhadap banyak hal termasuk upaya mendorong penguatan kualitas hidup. Betapun desakan dan ancaman soal dikeluarkannya dari daftar negara maju, Indonesia harus bisa bergerak lebih maju. Secara kuantitas Indonesia memiliki kekuatan yang sangat baik, jika kuantitas populasi ini diarahkan kepada persiapan untuk mewujudkan kualitas setiap penduduk, maka akan mendapatkan ledakan percepatan pembangunan sumber daya manusia yang sangat dahsyat. Jika semua sumber daya manusia yang saat ini besar, lantas semua berbuat dalam satu titik perbaikan kualitas diri, maka dengan mudah Indonesia bergerak maju secara masif.

Semua negara memiliki cara sendiri untuk maju, cara yang paling efektif menurut kajian masing-masing negara. Indonesia melalui kementerian pendidikan juga punya cara sendiri untuk ikut andil dalam melakukan inovasi dalam menghantarkan Indonesia sebagai negara maju sesuai standarnya. Salah satu indikator perkembangan sebuah negara, pendidikan menjadi sumber. Baik pendidikannya, baik juga dinamika perkembangnnya. Indonesia dengan kondisi saat ini dalam menghadapi persoalan dunia seperti pandemi Covid-19, selalu saja ada cara produktif yang digerakkan untuk keluar dari tekanan global ini.

Di masa pandemi Covid-19, Presiden Joko Widodo melalui kementerian pendidikan dibawah kendali menteri Nadiem Makarim memiliki banyak agenda besar yang sudah dan akan dilakukan.

Potret Kebijakan

Pada masa pandemi Covid-19, Kemendikbud melakukan sejumlah terobosan yang dilakukan secara cepat dan masif. Pandemi bukan penghalang untuk terus melakukan terobosan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Kemendikbud untuk pertama kalinya memberikan bantuan Dana BOS Afirmasi dan BOS Kinerja untuk mengurangi dampak keterpurukan ekonomi sekolah negeri dan swasta. Krisis Covid-19 mengubah kebijakan Kemendikbud sehingga sekarang BOS Afirmasi dan BOS Kinerja difokuskan dan diprioritaskan untuk daerah yang paling membutuhkan dan yang paling terdampak. Dana BOS menjadi energi bagi sekolah dalam melakukan percepatan peningkatan kualitas belajar mengajar. Baik dana BOS Afirmasi maupun BOS Kinerja, semuanya bertujuan untuk membantu dalam melahirkan produktifitas belajar.

Di samping itu, Kemendikbud juga menghadirkan kurikulum dan modul pembelajaran dalam kondisi khusus untuk meringankan kesulitan pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Modul pembelajaran ini mencakup uraian pembelajaran berbasis aktivitas untuk guru, orang tua, dan siswa. Sejak awal pandemi, banyak pihak mendesak untuk perlu adanya kurikulum yang lebih sederhana yang mewadahi kondisi Covid-19. Dengan menghadirkan modul khusus ini bisa memudahkan proses pembelajaran yang memaksa semua orang belajar dari rumah.

Selanjutnya, Kemendikbud juga terus berupaya memberikan dukungan secara maksimal kepada mahasiswa agar tetap bisa kuliah dengan baik di masa pandemi Covid–19. Pemimpin perguruan tinggi dapat memberikan keringanan UKT dan/atau memberlakuan UKT baru terhadap mahasiswa terdampak pandemi. Selain itu, mahasiswa tidak wajib membayar UKT jika sedang cuti kuliah atau tidak mengambil sks sama sekali, misalnya sedang menunggu kelulusan. Kebijakan ini memberikan ruang kepada mamasiswa untuk bisa lebih produktif tanpa harus terbebani dengan pembiayaan pendidikan. Ini merupakan bukti bahwa pemerintah mendengar dan berupaya mengurangi beban mahasiswa yang terdampak krisis Covid-19 ini.

Selain kebijakan tentang keringanan pembiayaan, Kemendikbud juga memberikan bantuan UKT atau biaya perkuliahan kepada 410 ribu mahasiswa semester 3, 5 dan 7 kepada PTN dan PTS dengan menggunakan anggaran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah pada Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan. Kemendikbud juga telah memberikan bantuan subsidi upah kepada 1.634.832 PTK PAUD, Pendidikan Dasar dan Penidikan Menengah, 374,836 PTK Pendidikan Tinggi, dan 48.000 pelaku budaya dan seni. Tidak terhenti pada pendampingan dan bantuan kepada siswa dan mamahsiswa formal, Kemendikbud juga mendampingi para musisi jalanan sejak awal masa pandemi sampai hari ini. Ada bantuan seperti Apresiasi Pelaku Budaya.

Dalam rangka mengambil langkah cepat dalam medorong perbaikan dan pemulihan kondisi covid-19, Kemendikbud juga telah menyalurkan bantuan kuota data internet untuk mendukung belajar dari rumah selama masa pandemi Covid-19. Hingga saat ini, sebanyak 35,725 juta peserta didik dan tenaga pendidik telah menerima bantuan kuota data internet yang dikirim setiap bulannya. Dengan kebijakan ini tentu sangat membantu masyarakat dan pada saat yang sama semua pihak yang telah mendapatkan fasilitas negara melalui Kemendikbud harus bisa menterjemahkan secara maksimal dan terus berupaya maju dan bangkit mengejar ketertinggalan. Kondisi ini sangat tidak mudah, tetapi dengan mengambil bagian dalam upaya merubah prilaku agar lebih baik dan lebih eksploratif, maka pendidikan kita akan sangat membanggakan.

Transformasi Pendidikan

2020 Telah terlewati. Maka 2021 ini kualitas pendidikan harus lebih baik. Menjalankan gerbong perubahan dan perbaikan di wilayah pendidikan tentu harus ada evaluasi, refleksi dan proyeksi. Setelah melihat rekam jejak dunia pendidikan Indonesia pada tahun 2020, maka perlu ada refleksi atas kebijakan dan program apa yang penting untuk diterapkan. Diseleksi lagi, dilihat lagi, di pilah lagi mana yang harus lebih dioptimalkan lagi. Lantas dari refleksi dari semua program, kemudian Kemendikbud menentukan proyeksi. Jika kita baca lebih detail program dan strategi yang digagas oleh Kemendikbud, ada empat program strategis; Pertama, pembangunan infrastruktur dan teknologi; kedua, penguatan kebijakan, prosedur, dan pendanaan; ketiga, penguatan kepemimpinan, masyarakat, dan kebudayaan; serta keempat, penguatan kurikulum, pedagogi, dan asesmen.

Semua kebijakan Kemendikbud berujung pada upaya menghadirkan transformasi yang bermakna dan membawa bangsa ini kepada kemajuan. Kepada perbaikan dan produktivitas. Penguatan pada Ilmu dan Fungsi. Gerak langkah pendidikan bebasis merdeka belajar harus melahirkan produktivitas dan kualitas guru dan siswa. Semakin baik penerapan sistim ini, maka semakin baik pula hasil yang kita inginkan.

Untuk itu, prioritas Merdeka Belajar 2021 akan berfokus di antaranya; pembiayaan pendidikan di antaranya Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dengan target 1,095 juta mahasiswa, KIP Sekolah dengan target 17,9 juta siswa, layanan khusus pendidikan masyarakat dan kebencanaan dengan target 42.896 sekolah, tunjangan profesi guru dengan target 363 ribu guru, dan pembinaan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN), dan bantuan pemerintah kepada 13 SILN dan 2.236 lembaga. Fokus selanjutnya pada Merdeka Belajar 2021 adalah program digitalisasi sekolah dan medium pembelajaran melalui empat sistem penguatan platform digital, delapan layanan terpadu Kemendikbud, kehumasan dan media, 345 model bahan ajar dan model media pendidikan digital, serta penyediaan sarana pendidikan bagi 16.844 sekolah.

Pembiayaan pendidikan, layanan khusus pendidikan masyarakat dan kebencanaan, digitalisasi sekolah adalah program yang sangat baik. Maka dengan gerakan bersama dalam mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan harus bisa diterjemahkan oleh semua pihak. Semua yang ingin bangsa ini bisa lebih maju. Lebih berdaya saing.

Transformasi Kurikulum

Indonesia sebagai negara berkembang dengan segudang persoalan pendidikannya. Dengan itu perlu penyesuaian dan keselarasan cara dan pola dalam menjalankan sistem pendidikan secara baik. Salah satu unsur yang sangat penting adalah bagaimana menyusun kurikulum pemelajaran yang adaptif.

Sesuai dengan zaman dan masanya. Sesuai dengan kondisi sekarang dan yang akan datang. Proyeksi pendidikan sepuluh, dua puluh, lima puluh tahun ke depan, harus bisa dijadikan perhatian. Salah menentukan arah jalan perbaikan pendidikan, akan salah juga menghasilkan pemimpin masa depan. Kurikulum menentukan apa yang akan kita capai ke depan.

Dalam peningkatan kurikulum dan asesmen nasional Kemendikbud akan melakukan pelatihan kurikulum baru kepada 62.948 guru dan tenaga kependidikan, pendampingan dan sosialisasi implementasi kurikulum dan asesmen di 428.957 sekolah, mengembangkan 4.515 model kurikulum dan perbukuan, dan akreditasi dan standar nasional pendidikan di 94.912 lembaga.

Dalam revitalisasi pendidikan vokasi, Kemendikud akan merevitalisasi 900 SMK yang berbasis industri 4.0, akan melakukan dukungan dan percepatan link and match dan kemitraan dengan 5.690 orang dan 250 dunia usaha dan dunia industri (DUDI), dukungan pencapaian indeks kinerja utama pada 47 Perguruan Tinggi Negeri Vokasi, akan melakukan pendidikan kecakapan kerja dan pendidikan kecakapan kewirausahaan kepada 66.676 orang, penguatan pendidikan tinggi vokasi pada 200 program studi, sertifikasi kompetensi kepada 300 orang dosen, penguatan pendidikan PNBP/BLU kepada 75 perguruan tinggi, dan penguatan sarana prasarana di delapan perguruan tinggi.

Harapan dan Proyeksi 2021

Tahun 2021 adalah tahun perubahan. Dimana setiap orang dituntut untuk berubah kepada dimensi digitalisasi. Salah satu unsur dalam digitalisasi adalah percepatan. Percepatan yang dimaksud tidak kemudian mengalahkan kualitasnya. Cepat dengan kualitas yang bersamaan adalah hal yang tidak mudah. Tetapi dengan sifat manusia yang adaptif responsif, harusnya kita bisa memanfaatkan momentum untuk terus mencari jalan baru.

Jalan yang akan menghantarkan kita anak bangsa untuk bisa bersaing dengan bangsa maju lainnya. Berapapun dan betapapun program prioritas yang digagas oleh Kemendikbud, jika tidak diimplementasikan secara baik dan secara sungguh-sungguh, maka semua akan menjadi sia sia. Kita anak Indonesia telah diwariskan karakter pejuang, karakter yang tidak ingin ditindas. Karakter yang ingin sejajar dengan bangsa lain. Karakter yang bebas menentukan jalan hidupnya.

Semoga tahun 2021 dan tahun tahun yang akan datang menjadi peluang bagi Indonesia untuk tetap Maju. Karena pendahulu kita telah menitipkan, mendidik dan mewariskan kita untuk bersama sebagai anak bangsa berkarakter Merdeka.

Sumber : radarntt.co  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *