Tips Mengikuti Kuliah Psikologi Pendidikan Program Magister Pendidikan

OPINI

Oleh : Junio Richson Sirait

Psikologi adalah mata kuliah yang menurut banyak orang sangat sukar untuk di pahami. Kata-kata yang sangat tabu dipendengaran banyak sekali bermuncuan ketika kita mengikuti mata kuliah ini. Tidak cukup hanya mendengar saja, tetapi menulis, melihat kamus, dan menginterpretasikan perkataan dosen juga menjadi warna saat mata kuliah ini berjalan.

Keluh kesah pun seringkali menghiasi orang-orang yang sedang mengambil mata kuliah ini. Pusing dan lelah terus terucap dari perkataan mereka. Tugas yang banyak, tanya jawab dan analisa yang tepat, membuat mereka bisa putus asa dan memilih untuk mengulang kembali di tahun depan.

Pada kesempatan ini saya memberikan tips untuk mengikuti mata kuliah Psikologi Pendidikan dengan santai dan mendapatkan nilai yang bagus.

Pertama, kita harus siapkan satu jurnal tentang Psikologi Pendidikan sebelum mengambil mata kuliah ini. Hal ini supaya kita tidak mengalami stress yang berlebihan.

Pada kelas Pascasarjana, mahasiswa di wajibkan untuk mempublikasikan penelitianya. Pada mata kuliah Psikologi Pendidikan kita dapat mengangkat judul Psikologi Pendidikan pada anak-anak, remaja atau lansia. Jika boleh saran lokus harus tempat yang memang betul-betul yang bergulat di dunia pendidikan.

Dengan persiapan ini, maka ketika dosen memberikan tugas untuk penelitian kita tidak menjadi bingung lagi. Apalagi kita tidak biasa menulis, maka itu menjadi masalah yang besar jika tidak di persiapkan jauh-jauh hari. Tenang aja, Jurnal tidak seperti skripsi atau tesis yang jumlah halamannya banyak. Cukup lima belas lembar sudah beres, yang paling penting kontennya bagus dan tepat.

Kedua, kita harus siapkan bahan untuk presentasi. Hal ini supaya ketika kita mendapatkan topik yang akan menjadi bahan presentasi kita dapat mengkopi paste bahan tersebut dan mengedit tampilan supaya menarik.

Bahan presentasi dapat kita miliki dari google books, Google Cendikia, Sinta, Ojs, dll. Kita dapat dengan mudah mendownloadnya secara gratis tanpa terkena sangsi dari pihak publikasi.

Ketiga, siapkan minimal tiga pertanyaan yang sulit. Hal ini supaya saat kita bertanya maka terjadi diskusi yang sengit sehingga kita bisa mendapatkan nilai tambahan dari dosen karena aktif dan juga di anggap cerdas.

Pada saat kita bertanya kepada teman yang telah presentasi atau kepada dosen, usahakan kita sudah tahu jawabannya, dan setelah itu kita memberikan pertanyaan selanjutnya sebagai serangan yang menyudutkan.

Catatan: jika kepada dosen usahakan tidak menyudutkan melainkan kalimat yang halus di mana kesannya kita meminta pencerahan.

Keempat, baca diktat. Pada bagian ini bisa kita dapat dari karya dosen tersebut. Hal ini supaya kita dalam bertanya dapat menyisipkan pujian tentang tulisan dosen tersebut.

Pujian adalah tindakan yang banyak disukai oleh semua orang. Jadi dengan pujian kita menjadi orang yang akan di ingat oleh dosen tersebut.

Jika kita tidak dapat diktat dari dosen yang sedang mengajar kita. Kita dapat memperhatikan kata-katanya dan mengutip itu untuk menyanjungnya.

Kelima, membangun relasi dengan banyak orang. Hal ini dapat membuat kita menjadi mudah mengerti jika ada sesuatu yang tidak kita mengerti. Mereka menjadi alat kita untuk melengkapi keterbatasan kita dalam menangkap semua materi.

Membangun relasi juga menjadi sarana untuk menumbuhkembangkan pengetahuan kita karena kita dapat mengadakan dialog kepada mereka sehingga dari dialog itu kita mendapatkan ilmu pengetahuan yang mendalam.

Keenam, Sopan kepada semua orang. Hal ini membuat kita mudah mendapatkan penerimaan dari dosen dan teman-teman kuliah. Pintar tanpa sopan santun akan berdampak yang tidak baik kepada nilai dan kelangsungan perkuliahan.

Penutup

Semua orang dapat memiliki nilai yang baik tergantung dari pribadi masing-masing apakah ia mau atau tidak. Tips menjadi bekal yang baik jika di terapkan dalam menempuh jalan yang telah ditetapkan. Kegagalan akan menjadi sahabat yang baik jika tips satu pun tidak diterapkan.

Semangat terus menggapai cita-cita

Sumber : kompasiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *