DAMPAK PANDEMI COVID-19 & PENGALAMAN BELAJAR ONLINE SAAT PANDEMI COVID-19

OPINI

Oleh : Dewi Winner Fadlika

Kehadiran Pandemi COVID-19 mengubah cara masyarakat di Dunia bahkan di Indonesia melakukan segala aktivitasnya.  Dampak pandemi tersebut sangat nyata kita rasakan hampir setahun ini. Termasuk saya yang merasakan dampak pandemi ini, saya anak lulusan SMA swasta di Jakarta yang lulus SMA sebagai mahasiswa baru tahun ajaran 2020 jurusan PGSD UHAMKA. Dampak pandemi ini pertama kali saya rasakan kira-kira setahun yang lalu saat masih duduk dibangku SMA menjelang saat-saat Ujian Nasional Berbasis Komputer (USBN) karena adanya pandemi ini USBN ditiadakan untuk menghindari penularan yang semakin banyak. Bahkan cara saya berpisah dengan teman-teman saya sewaktu SMA dulu tidak dengan mengucapkan selamat tinggal tetapi tiba-tiba lulus dan dapat ijazah. Jujur sangat sedih karena tidak bisa mengucapkan selamat tinggal kepada teman-teman SMA saya.

Karena kehadiran pandemi ini banyak sekali aktivitas yang terhalang dan berubah Seperti aktivitas belajar mengajar dikelas yang biasa dilakukan dengan bertatap muka secara langsung karena pandemi jadi semua disarankan untuk melakukan aktifitas dirumah. Karena pendidikan sangat penting bagi semua orang dan begitupun yang bekerja sangat penting untuk tetap menghidupi keluarganya. Maka pemerintah memanfaatkan alat teknologi informasi dan komunikasi yang semakin canggih ini dengan mengubah aktivitas belajar mengajar atau aktivitas orang bekerja secara langsung menjadi daring atau jarak jauh. Dengan menggunakan alat teknologi seperti laptop, handphone, komputer yang disambungkan dengan internet lewat aplikasi seperti instagram live, zoom, google meet, google classroom, whatsApp, dan Online Learning Uhamka ( OLU ) yang digunakan oleh anak PGSD 1 A dan semua orang yang ada di Uhamka, akifitas belajar atau  bekerja pun bisa terus berjalan.

Pengalaman saya saat belajar online selama pandemi ini sebagai mahasiswa baru kelas 1 A PGSD UHAMKA jujur awal masuk saya pribadi sangat khawatir. Kenapa saya khawatir? Karena saya takut saat dosen sedang menjelaskan materi sinyal dirumah tiba-tiba buruk atau tiba-tiba mati lampu yang membuat saya ketinggalan dan menyebabkan saya tidak mengerti. Apalagi awal masuk saya belum terlalu mengenal teman-teman dikelas 1 A PGSD UHAMKA. Pengalaman lainnya setelah hampir satu  semester selesai ini saya lebih berani bersosialisasi dengan teman-teman untuk lebih mengenal beberapa dari mereka lebih jauh. Pengalaman selanjutnya yang saya rasakan adalah saya bisa lebih banyak  mandiri dalam mengerjakan tugas-tugas selama saya duduk dibangku perkuliahan.

Terdapat kekurangan dalam belajar online berdasarkan pengalaman yang saya alami.  Jaringan internet yang tiba-tiba lemot, mati listrik yang tiba-tiba saja  saat pembelajaran sedang berlangsung, materi pembelajaran yang kurang bisa dipahami, tugas-tugas yang sangat menumpuk dan deadline yang sangat sebentar, dan masih banyak lagi kekurangannya yang saya alami. Sedangkan kelebihan dari belajar online ini berdasarkan yang saya rasakan waktu belajar lebih singkat, para pelajar bisa lebih kreatif karena sering membuat power point misalnya untuk presentasi, belajar lebih disiplin karena deadline tugas, dan masih banyak lagi. Itu saja si beberapa pengalaman yang saya alami selama pembelajaran jarak jauh dimasa pandemi ini.

Pandemi covid-19 masih sangat mengkhawatirkan sampai saat ini.  Tetap perhatikan 3M Mencuci tangan, Memakai Masker, dan Menjaga Jarak. Semoga kita bisa segera kembali kemasa normal kita yang bisa dengan mudah bertemu atau bertatap muka secara langsung dengan orang-orang disekeliling kita. Dan kegiatan belajar mengajar di sekolah ataupun dikampus bisa segera dilakukan secara langsung agar lebih efektif lagi dan bisa bertemu Kembali dengan teman-teman, guru maupun dosen.

Sumber : kompasiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *