Gangguan Berpikir Pemicu Stress

OPINI

Oleh : Syifa Rahmaa

Berfikir adalah sebuah upaya untuk mencurahkan seluruh daya upaya untuk mencari sebuah keputusan, kebenaran dan lain sebagainya. Dengan berpikir manusia dapat menjalani kehidupanya dengan baik dan benar. Pikiran seseorang dapat menunjukan kualitas orang tersebut, karena pikiran adalah inti sari dari semua tindakan manusia. Dalam dunia pendidikan berfikir merupakan hal pokok yang menentukan seorang pendidik maupun peserta didik dapat dikatakan cerdas. Bahkan dalam hal-hal sepelepun berfikir perlu, karena hal-hal kecil yang dilakukan secara ceroboh tanpa adanya pemikiran yang matang bisa berdampak fatal.

Pikiran merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari semua dasar-dasar ilmu, baik ilmu jiwa, filsafat dan lain sebagainya. Seseorang bisa disebut manusia normal jika dia mempunyai fikiran yang normal. Orang yang disebut gila atau tidak waras sebenarnya letak permasalahanya ada pada suatu hal, yaitu pikiran. Dalam kehidupan sehari-hari manusia memiliki karakter yang berbeda-beda. Begitu pula sama halnya dalam berpikir,  manusia memiliki pemikiran-pemikiran yang tidak sama , Akan tetapi hal tersebut dapat dikelompokan ke dalam tingkatan berpikir manusia.

Pikiran manusia pun dapat memiliki gangguan , saat pkiran kita merasa terganggu dengan berbagai macam hal dan tuntutan , maka akan menyebabkan diri kita merasa stress, frustasi dan sebagainya, Frustasi adalah hambatan dalam pemuasan suatu kebutuhan, motif, dan keinginan, Stres adalah suatu keadaan dimana beban yang dirasakan seseorang tidak sepadan dengan kemampuan untuk mengatasi beban itu. Frustasi dan stres merupakan cara tubuh manusia menanggapi jenis tuntutan, ancaman, atau tekanan apapun. Ketika merasa terancam, sistem saraf akan merespon dengan melepaskan aliran hormon stress dan dimana tekanan tersebut sering kali menyebabkan gangguan dalam berpikir lainnya, seperti paranoid, anxiety, delusi, halusinasi dan lainnya.

 Adanya gangguan berpikir menimbulkan beberapa gejala , diantaranya :

  • Merasa bingung
  • Memberi respon emosi yang salah, misal nya: tertawa pada sesuatu hal yang menyedihkan
  • Gelisah
  • Mudah tersinggung
  • Tidak fokus atau konsentrasi pada hal sekelilingnya
  • Dan berjalan tanpa arah

Beberapa pula cara mengatasi gangguan berpikir , yaitu

  • Buat jadwal kegiatan harian rutin yang tetap namun sederhana, missal nya bangun tidur jam 5 pagi                                             
  • Bila berbicara menggunakan kalimat yang sederhana
  • Minta agar penderita mengucap ulang setiap perintah atau permintaan yang kita ajukan
  • Jangan diberi banyak pilihan, buatlah segala sesuatu nya menjadi sederhana
  • Buat lingkungan yang tenang dan nyaman, seperti mengurangi volume suara tv, radio,
  • tidak dalam kerumunan banyak orang
  • Jangan berharap terlalu tinggi, harus lebih realistis
  • Jangan memikirkan sesuatu yang berat atau rumit

Terjadi nya gangguan dalam berpikir itu berasal dari segala hal-hal yang terjadi baik dari segi internal maupun eksternal, dari segi internal itu berasal dari jiwa kita, apakah jiwa kita ini mudah terangsang atau tidak dengan apa yang ada di luar jiwa kita, jika hal itu seseorang mudah terangsang dengan apa yang berkaitan dari luar jiwa kita. Gangguan isi pikiran meliputi delusi, halusinasi, pikiran paranoid dan bizar, perasaan tentang hal hal yang tidak nyata.   (suprapti slamet I s- Sumarno markam: 93).

jadi, dapat disimpulkan bahwa gangguan berpikir itu dapat menyebabkan stress dan gejala lainnya , maka dari itu jagalah pikiran kita agar terus berpikir positif .

Sumber : kompasiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *