Pembekalan Materi Kepada Calon Mahasiswa Baru Universitas Trunojoyo Madura

OPINI

Oleh : Salik (Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura)

Calon Mahasiswa baru Universitas Trunojoyo Madura beberapa hari ini telah menjalani OSPEK secara online. Memang OSPEK Tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dan bisa dikatakan calon mahasiswa baru untuk tahun ini sangat istimewa. Ada beberapa materi yang telah diterima oleh calon mahasiswa baru di Universitas Trunojoyo Madura. Para pemateri yang mengisi acara tersebut adalah orang-orang pilihan yang memang handal di bidangnya.

Untuk materi pertama, calon mahasiswa baru dibekali materi dengan judul materi “Pendidikan Politik” yang disampaikan oleh bapak Totok Setiawan,S.Pd. Menurut bapak pemateri, pendidikan adalah proses transfer transformasi – transformasi nilai-nilai dan ilmu pengetahuan dari generasi ke generasi sedangkan politik secara sederhana adalah pranata yang disusun dan dibentuk oleh manusia dalam rangka mencapai yang dikehendaki. Politik itu hidup dalam setiap segi kehidupan kita baik dari segi politik hukum, politik ekonomi, politik pendidikan, politik pemerintahan,  dan politik kehidupan. Secara singkatnya, pendidikan politik adalah segala kebijakan suatu bidang pendidikan yang berupa peraturan perundang-undangan atau lainnya untuk menyelenggarakan pendidikan demi tercapainya tujuan Negara. Bapak pemateri sedikit mengutip dari filsuf dunia,  hukum terberat untuk menolak memerintah adalah diperintahkan oleh orang yang lebih rendah dari kita.  Jadi, pendidikan politik sangatlah penting bagi teman-teman semua sebagai generasi penerus.

Setelah materi pertama diterima oleh calon mahasiswa baru, kemudian mereka dibekali materi kedua dengan judul materi ” Mahasiswa Sebagai Agen Penggerak Kehidupan Sosial Di Masa Pandemi”. Materi tersebut disampaikan oleh Kapolres Bangkalan ( AKBP Rama S.Putra S.I.K, M.Si, M.H.) Bapak Kapolres Bangkalan memberikan materi seputar kondisi pandemi covid 19 terhadap mahasiswa baru di Universitas Trunojoyo Madura. Beliau memberikan informasi tentang covid 19 yang sedang merebak secara nasional. Untuk data terbaru jumlah terpapar covid 19 di Indonesia, ternyata ada 5 propinsi di Indonesia dengan jumlah kasus terbanyak , diantaranya yaitu Propinsi DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan. Bapak Kapolres juga memberikan seputar informasi wabah covid 19 yang terjadi di Kabupaten Bangkalan khususnya. Data di Kabupaten Bangkalan juga cukup mengundang perhatian terkait wabah yang sedang marak saat ini. Bapak Kapolres juga menyampaikan tentang strategi menghadapi covid 19.

Berikut Kebijakan Physical Distancing sebagai strategi dasar dalam mengatasi pandemi covid 19 secara nasional, diantaranya yaitu mengampanyekan kewajiban memakai masker saat berada di ruang publik atau diluar rumah, 3T ( Testing, Tracing, dan Treatment), edukasi dan penyiapan isolasi secara mandiri pada sebagian hasil tracing yang menunjukkan hasil tes positif dari rapid tes, isolasi rumah sakit yang dilakukan ketika isolasi mandiri tidak mungkin dilakukan. Langkah – langkah Taktis dan Teknis yang telah dilakukan selama ini juga disampaikan oleh bapak Kapolres Bangkalan, antara lain sosialisasi dan edukasi tentang bahaya penyebaran virus corona dan penerapan protokol kesehatan ( pemakaian masker, jaga jarak, PHBS), Patroli skala besar TNI, POLRI dan PEMDA dalam rangka pendisiplinan perilaku masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, operasi Yustisi dalam rangka pendiplinan protokol kesehatan. Dampak pandemi covid 19 telah meluas ke berbagai sektor, diantaranya sektor ekonomi dan sektor pendidikan. Bapak Kapolres juga menjelaskan tentang bagaimana peran mahasiswa sebagai agent of change dan social control. Mahasiswa adalah warisan dan aset besar Negara di masa depan. Peran mahasiswa sebagai agent of change dan social control adalah perubahan menuju ke arah yang lebih baik dan akan memberikan manfaat serta menjadi pengontrol untuk dirinya sendiri, orang tua, teman-teman, orang-orang disekitarnya dan untuk Negara. Sebagai agen perubahan dan pengontrol kehidupan sosial, banyak peranan yang dapat dilakukan mahasiswa di tengah pandemi covid 19 ini. Salah satu peranan yang dapat dilakukan yaitu memanfaatkan media sosial mengajak masyarakat melalui media online untuk mematuhi protokol kesehatan dan menjaga jarak fisik. Jika ada yang bertanya, kapan pandemi ini akan berakhir ? Jawabannya adalah tidak ada satu pun ahli di dunia ini yang dapat menjawab pertanyaan tersebut. “Jangan tanyakan kapan pandemi berakhir, tapi tanyakan kapan kita bisa DISIPLIN pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan”. DISIPLIN ADALAH VAKSIN CORONA.

Setelah materi pertama dan kedua, materi selanjutnya yaitu tentang “Peran Mahasiswa Sebagai Garda Terdepan Pendidikan Indonesia” yang disampaikan oleh Bapak Ryanto Riyadi, S.Pd. Kita semua adalah makhluk sosial. Yang membedakan hanya agama. Manusia diciptakan oleh Yang Maha Esa sebagai makhluk yang paling sempurna. Dikatakan sempurna karena manusia diberi akal dan nafsu. Proses terciptanya alam semesta tanpa 4 dimensi tidak bisa apa-apa. 4 dimensi tersebut yaitu angin, air, api, dan tanah. Ada hubungannya dengan ayat dalam surat Ar-rohman ” fabiayyiala……..”. Manusia di alam semesta secara batin adalah ciptaan Tuhan YME , sedangkan secara dhohir adalah gabungan dari ayah dan ibu. Kita jangan pernah menyakiti ayah dan ibu, karena mereka adalah Tuhan yang di wakilkan di semesta. Keluarga adalah bagian dari rakyat termasuk siswa dan mahasiswa. Jika anda sudah melakukan perubahan maka anda tidak akan pernah ingkar meskipun hanya dalam lingkungan keluarga. Sebagai Mahasiswa, anda harus memiliki pandangan agen perubahan dan juga harus mampu dalam menganalisis sosial serta sebagai pengontrol sosial. Pemateri mengatakan bahwa jika kalian sudah melakukan  kontribusi kecil, kalian sudah pantas dikatakan mahasiswa.

Materi terakhir yang diberikan kepada mahasiswa yaitu dengan judul  “Komunikasi Efektif Dan Mengembangkan Keterampilan Diri Dalam Era Distrupsi” disampaikan oleh Ibu Fadhal Hidayatullah, S.M. Beliau mengatakan bahwa Perubahan peradaban itu dari kita, generasi emas yang membawa perubahan ya itu kita, kemerdekaan? Yang mengawali kemerdekaan itu anak muda. Tujuan mulia itu bukan atas dasar diri kita tetapi atas dasar kebutuhan untuk kita. Pandemi bukan ujian tetapi adalah keberkahan, ada 4 kunci dasar yaitu Visi dan misi jelas, memiliki karakter yang hebat( unggul ), pengendalian diri yang unggul, berkolaborasi bersama. Semua itu akan sempurna jika ada ” total action”. Untuk menjadi generasi emas ada step by stepnya, yaitu jangan membanggakan selembar ijazah untuk lulus dan sukses, kebanggaan orang tua adalah ketika kita bisa berkuliah dengan baik, ketika kita aktif dalam terlibat hal apapun kita akan cerdas (intelektual), harus seimbang antara fikiran dan perasaan, harus punya tujuan visi dan misi yang jelas, karakter yang unggul merupakan step by step untuk sukses. Dalam menghadapi hambatan generasi emas harus mengubah cara pola berpikir, dengan 5 langkah tadi, dengan karakter yang hebat, dengan melakukan hal-hal positif di lingkungan sekitar kita, dan mampu berkolaborasi hebat.. Mulailah dari hal yang buruk untuk bisa menjadi lebih baik lagi.

Sumber : kompasiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *