Pendidikan Siswa SMK Negeri 1 Kendal di Masa Pandemi

OPINI

Oleh : Choirun Nisak (Peserta Didik SMK Negeri 1 Kendal)

Pendidikan merupakan kunci pembangunan sumber daya manusia. Dengan Adanya Pendidikan Indonesia akan menjadi negera emas di tahun 2045, negara yang adil dan sejahtera, kreatif dan inovatif, aman dan damai, serta maju dan mendunia. Pendidikan juga  menentukan kemana bangsa ini akan menyongsong masa depannya, apakah menjadi bangsa besar dan beradab, cerdas dan tanggap. Atau menjadi negara yang sakit dan tenggelam dalam berbagai permasalahannya sendiri. Kalah dalam persaingan global, dan bahkan diacak-acak berbagai kepentingan jangka pendek, dari dalam ataupun luar negeri.

Seperti yang kita ketahui Pandemi Covid-19 ini memberikan dampak terhadap kehidupan manusia. Perubahan yang sangat cepat karena adanya pandemi ini membuat kehidupan manusia pun berubah. Salah satu bidang yang terdampak adalah bidang Pendidikan. Kegiatan belajar mengajar yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka di sekolah harus dilaksanakan secara jarak jauh.

Terhitung sejak Maret 2020 hingga awal tahun 2021 ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memutuskan untuk mengubah sistem pembelajaran yang selama ini face-to-face menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Banyak sekolah yang kegiatannya harus dilaksanakan dari rumah tak terkecuali di SMKN 1 Kendal. Semua aktivitas belajar dan mengajar dilakukan secara online.

Seluruh tenaga pengajar dituntut untuk beradaptasi dan mengembangkan inovasi-inovasi pembelajaran dalam menghadapi masa pandemi yang kita semua belum tahu kapan berakhirnya. Prinsip kebijakan pemerintah kabupaten Kendal untuk melakukan pembelajaran jarak jauh  ini jelas mengutamakan kesehatan dan keselamatan siswa, guru, karyawan sekolah  dan seluruh masyarakat .

Untuk mendukung program pemerintah ini SMKN 1 Kendal ikut mendukung melalui kegiatan bekerja dan belajar di rumah secara online. Beberapa jaringan internet yang dilakukan untuk kegiatan pembelajaran di SMKN 1 Kendal, antara lain melalui:

  • Google Teams;
  • Google Classroom;
  • Video Conference;
  • Whatsapp Group;
  • dan beberapa media yang lainnya.

Mungkin, tak banyak yang menyangka, sepanjang tahun 2020 lalu baik guru maupun siswa, harus melaksanakan kegiatan belajar mengajar melalui daring/online. Pemberlakuan kebijakan physical distancing yang kemudian menjadi dasar pelaksanaan belajar dari rumah, dengan pemanfaatan teknologi informasi yang berlaku secara tiba-tiba, tidak jarang menuai berbagai reaksi dari pendidik, siswa maupun orang tua.

Pembelajaran Jarak Jauh ini memang sudah diberlakukan dalam sistem pendidikan di Indonesia. Namun, pembelajaran daring yang berlangsung saat ini sebagai kejutan dari pandemi Covid-19, membuat kaget hampir di semua lingkungan masyarakat tak terkecuali di lingkungan SMKN 1 Kendal. Walaupun pembelajaran jarak jauh memang bukanlah hal yang baru dalam dunia pendidikan. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indinesia Nomor 24 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh. Sistem Pembelajaran Jarak Jauh menjadi bagian yang menyatu dalam dunia pendidikan di Indonesia. Di Indonesia sendiri selain di UT pembelajaran jarak jauh juga telah diterapkan oleh universitas universita ternama di Indonesia.

Namun kali ini, PJJ dilakukan sebagai bentuk upaya merespon surat edaran dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk belajar dari rumah. Kebijakan ini menuai banyak respon dan kendala. Di antara kendala PJJ yang banyak dikeluhkan adalah soal ketersediaan kuota internet dan fasilitas penunjang PJJ baik bagi siswa maupun guru. Untuk mengatasi masalah ini, SMKN 1 Kendal memberikan bantuan Pulsa Rp. 50.000,00; yang dimulai pada bulan Mei sampai bulan Agustus. Kemudian pada bulan September sampai bulan Desember siswa dan guru SMKN 1 kendal mendapatkan kuota dari Kemendikbud, untuk siswa mendapatkan 35 GB/bulan sedangkan guru  mendapatkan kuota 42 GB/bulan. Kuota gratis ini langsung diberikan ke nomor masing masing siswa dan guru.

Selain kendala kuota, kendala lain yang dialami saat PJJ di SMKN 1 Kendal adalah metode pembelajaran yang dinilai tidak fleksibel karena beberapa praktik harus dilakukan secara online. Sehingga banyak siswa tidak paham dan tidak bisa merasakan pengalaman seperti ketika melangsungkan praktik secara langsung atau bertatap muka.

Disamping itu, pembelajaran daring merupakan solusi yang efektif dalam pembelajaran di rumah guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, physical distancing (menjaga jarak aman) juga menjadi pertimbangan dipilihnya pembelajaran jarak jauh ini. Kerjasama yang baik antara tenaga pendidik, peserta didikserta orang tua menjadi faktor penentu agar pembelajaran daring lebih efektif. Semoga pandemi Covid-19 ini cepat berlalu seiring dengan pemberian Vaksin dan pemberlakuan PKM   di kabupaten Kendal. Sehingga proses pembelajaran bisa terlaksana secara tatap muka.

Choirun Nisak

SMK Negeri 1 Kendal

Sumber : kompasiana  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *