Tak Terbukti Plagiat, Rektor USU Terpilih Dilantik Besok

Kampus

JAKARTA: Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Ainun Naim menyatakan Rektor Universitas Sumatra Utara (USU) terpilih Muryanto Amin tidak terbukti melakukan plagiat. Muryanto dapat segera dilantik.

Ainun Naim yang juga Guru Besar Universitas Gajah Mada (UGM) mengutarakan keputusan tersebut diambil setelah pihaknya membentuk tim independen di luar USU yang terdiri para profesor dan para ahli dari berbagai universitas. Tim ini kemudian mempelajari regulasi juga praktik secara internasional.

Ternyata, dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional atau Permendiknas Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi menyebutkan bahwa plagiarism itu seseorang mengutip karya pihak lain tanpa menyebutkan sumbernya atau mencuri karya orang lain.

Sementara, Dalam Permendiknas tersebut tidak disebut tentang self plagiarism dan eksplisit menyatakan peraturan itu seseorang mengambil mengutip karya orang lain.

“Nah, yang dikutip atau diambil bukan karya orang lain melainkan karya sendiri kemudian dalam praktik internasional juga tidak ada self plagiarism,” papar Ainun saat dihubungi, Rabu, 27 Januari 2021.

Selain itu, lanjut Ainun, tim independen juga melihat empat artikel yang dipandang berpotensi self plagiarism. Nyatanya, di antara artikel terkait tidak persis sama. Ada juga perubahan peneliti.

“Jadi berdasarkan hal itu Kemendikbud memberikan saran untuk tetap melantik Rektor USU terpilih Muryanto Amin. Dengan demikian yang dilakukan rektor sebelumnya itu keliru,” tegas Ainun.

 Rektor USU terpilih Muryanto Amin dijadwalkan dilantik Kamis, 28 Januari 2021, yang difasilitasi Kemendikbud di kantor Kemendikbud Jakarta. Ainun mengutarakan pelantikan dilakukan oleh Majelis Wali Amanat (MWA) USU.

Namun, Ainun mengingatkan moral dan etika akademik harus dijaga dengan baik. Sebetulnya, ada juga praktik-praktik yang disebut publikasi ulang atau duplikat satu karya ilmiah yang dipublikasikan dua kali itu tidak boleh.

Ia mencontohkan jika seseorang punya satu karya ilmiah dengan dua publikasi kemudian diajukan ke kementerian itu tidak tepat. “Biasanya kami ingatkan saja dan kami batalkan karya yang satunya, tapi tidak memberikan sanksi berat kendati hal ini sebenarnya tidak boleh dilakukan,” jelasnya.

Ia mengingatkan pula agar insan perguruan tinggi menjaga tata kelola dan kerukunan. Jangan sampai ada konflik yang kemudian mengganggu pelayanan pendidikan.

Dihubungi terpisah, juru bicara Rektor USU terpilih, Edi Ikhsan menyambut baik penegasan Sekjen Kemendikbud tersebut. Menurutnya, Sekjen Kemendikbud telah menyatakan hal itu dalam rapat MWA USU secara daring, hari ini.

“Kami menyambut baik bahwa Pak Muryanto Amin bersih dan clear dari tuduhan self plagiarism sehingga menghilangkan spekulasi. Jadi beliau bakal dilantik menjadi Rektor USU periode 2021-2026,” tegas Edi.

Dosen Fakultas Hukum USU mengatakan hal ini menjadi titik balik dan titik baik. Ia berharap semua pihak dari MWA USU dan Senat Akademik USU yang sempat terpecah dan terpolarisasi terhadap dugaan kasus ini  dapat bersatu kembali sebagai keluarga besar USU.

“Tidak ada lagi kubu-kubuan dan dan gontok-gontokan,” ungkap Edi.

Rektor USU terpilih Muryanto Amin melalui Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan Rektor USU lama Runtung Sitepu dinyatakan terbukti bersalah melakukan plagiat dengan melakukan plagiat karya sendiri atau self plagiarism SK bernomor 82/UN5.1.R/SK/KPM/2021 itu ditandatangani Runtung pada 14 Januari 2021.

Sumber : medcom.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *