Hadapi Pandemi, Kampus Swasta di Yogyakarta Diajak Berkolaborasi

Jawa Tengah Kampus

YOGYAKARTA: Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Fathul Wahid, mengingatkan perguruan tinggi swasta (PTS) berkolaborasi dalam menghadapi pandemi covid-19. Khususnya, dalam hal penerimaan mahasiswa baru.

“Jika semangat yang lama berupa kompetisi, sekarang kami harus kolaborasi. Semangat yang harus kami bawa yakni kolaborasi dan gotong royong,” kata Fathul dalam konferensi pers di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) DIY, Kamis, 28 Januari 2021.

Ia mengatakan, situs Jogjaversitas.id yang sudah berjalan sejak Juli 2020 lalu menjadi medium kolaborasi dalam penerimaan mahasiswa baru. Dalam situs itu, kata Fathul, ada sebanyak 72 PTS dengan 389 program studi pilihan.

Fathul menilai, situs itu menjadi medium yang cukup efektif untuk kolaborasi memfasilitasi siswa mencari tempat kuliah, khususnya di kampus swasta yang ada di Yogyakarta. Ia mengatakan, ada sekitar dua ribu pendaftar memanfaatkan situs itu itu meski disiapkan dalam waktu pendek pada 2020.

“Gaung kuliah di Jogja harus kami lakukan agar PTS kian berkembang. Sampai saat ini, pandemi masih dalam situasi ketidakpastian, termasuk bagi perguruan tinggi,” kata Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) ini.

Ia mengungkapkan, situs tersebut akan terus diperbaiki. Ia berharap dalam pendaftaran mahasiswa baru 2021, calon mahasiswa dan orang tua bisa merespons positif dengan terobosan itu.

Kepala LLDikti DIY, Didi Achjari, mengatakan, banyak perguruan tinggi berharap situasi pandemi 2021, khususnya pada semester ganjil, akan lebih baik dibanding tahun lalu. Namun, melihat stuasi saat ini, harapan itu sepertinya masih harus dipendam.

“PTS bisa bergabung dengan di Jogjaversitas.id agar bisa diakses dengan cepat informasinya. Kekurangan yang ada di tahun lalu harus diperbaiki tahun ini,” kata Didi.

Ia mengatakan, masih banyak PTS yang belum tergabung dalam sistem Jogjaversitas.id. Pasalnya, ada lebih lebih dari 100 PTS di Kota Gudeg, Namun baru 72 PTS yang bergabung.

“Selama ini banyak kampus swasta yang kurang peminat. Diharapkan dengan masuk ke situs ini akan menambah ketertarikan publik dan kami akan berupaya memfasilitasi perguruan tinggi di DIY,” ujarnya.

Sumber : medcom

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *