Kemendikbud Bakal Perbaharui Aturan Tentang Self Plagiarism

Kemdikbud

JAKARTA: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana memperbaharui aturan mengenai plagiarisme. Utamanya, terkait self plagiarism yang belakangan ramai menjadi perbincangan.

“Kita sedang memperbaharui peraturan, baik itu Juknis (petunjuk teknis), Juklak (petunjuk pelaksanaan) untuk mengatasi plagiasi atau plagiarism, termasuk istilah self plagiasi,” kata Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam dalam konferensi pers secara daring, Kamis, 28 Januari 2021.

Nizam mengatakan hal ini dilakukan sebagai upaya menghapus plagiasi di lingkungan perguruan tinggi. Selama ini, plagiasi masih merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi.

“Kita akan atur seperti apa, tentu butuh pemikiran yang lebih baik dan tegas,” ucap Nizam.

Pengaturan mengenai self plagiarism ini juga dilakukan untuk meminimalisasi kesalahpahaman di dunia akademik maupun masyarakat. Harapannya, nantinya publik bisa lebih benderang manakala menghadapi kasus plagiasi.

Kasus dugaan self plagiasi terhadap karya tulis menjadi buah bibir. Pemicunya, tudingan self plagiarism terhadap Rektor Universitas Sumatra Utara (USU) terpilih Muryanto Amin.

Tuduhan ini bahkan berujung terbitnya Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan Rektor USU lama Runtung Sitepu dan menyatakan Muryanto terbukti bersalah dengan melakukan plagiat karya sendiri atau self plagiarism. SK bernomor 82/UN5.1.R/SK/KPM/2021 itu ditandatangani Runtung pada 14 Januari 2021.

Namun, hasil pengkajian Kemendikbud yang melibatkan sejumlah perguruan tinggi menyatakan Muryanto Amin tak dapat dikatakan melakukan plagiat. Definisi dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional atau Permendiknas Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi menyebutkan bahwa plagiarism itu seseorang mengutip karya pihak lain tanpa menyebutkan sumbernya atau mencuri karya orang lain.

Sementara, Dalam Permendiknas tersebut tidak disebut tentang self plagiarism dan eksplisit menyatakan peraturan itu seseorang mengambil mengutip karya orang lain.

Sumber : medcom  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *