Ada 5 Hal Penyebab Kurang Maksimalnya Fungsi Musyawarah Guru Mata Pelajaran

OPINI

Oleh : Budi Idris

Musyawarah Guru Mata Pelajaran atau MGMP, merupakan wadah guru mata pelajaran serumpun yang membentuk satu kesatuan dengan tujuan untuk meningkatkan profesional guru. MGMP ini berfungsi untuk mendiskusikan permasalahan-permasalahan yang berhubungan dengan bidang studi tersebut.

Jika zaman dulu pembinaan guru lebih sering disebut dengan penataran dengan mengundang guru datang kesatu tempat dibina oleh tutor-tutor profesional. Berbeda dengan MGMP ini lebih cenderung penataran dengan sistem dari, oleh dan untuk guru dari bidang studi yang serumpun tadi.

Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, pemerintah beberapa tahun yang lalu mewajibkan setiap guru mata pelajaran harus tergabung dengan Kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran. Jika seorang guru tidak ingin bergabung dengan MGMP maka tidak akan mendapatkan tunjangan sertifikasi.

Namun pada perjalanannya fungsi dari beberapa MGMP tidak berjalan dengan semestinya lebih tepatnya mati suri atau tidur berkepanjangan. Hanya di awal saat pembentukan pengurus seluruh anggota aktif dan peduli setelah akun didapatkan dan terdaftar sebagai anggota, mulailah MGMP ini kehilangan arah dan bahkan tidak terjadi komunikasi diantara sesama anggota.

Padahal dengan kecanggihan teknologi saat ini bisa dikatakan komunikasi bisa dilakukan dengan mudah. apa yang menjadi harapan dibentuknya MGMP harusnya bisa dilaksanakan. Dan peningkatan profesional guru akan menjadi kenyataan.

Ada beberapa kendala yang menyebabkan MGMP tidak berfungsi dengan semestinya. Dengan kata lain peran musyawarah guru mata pelajaran kurang maksimal dalam upaya meningkatkan profesional guru.

1. Kurangnya Pembinaan

Setelah terbentuk Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Pembinaan sangat kurang diberikan oleh pemerintah. Sehingga para guru yang tergabung dalam wadah tersebut kehilangan arah dan kebingungan ingin berbuat apa. Maka inilah salah satu yang menyebabkan tidak sesuainya harapan yang ingin dicapai dari MGMP tersebut.

2. Kurang Pedulinya Anggota

Dalam perjalanannya anggota MGMP sepertinya kurang peduli dengan keberadaan MGMP ini. Hal ini terbukti dengan kurangnya rasa peduli dengan aktif di forum yang telah dibuat. Misalnya grup whatsapp yang dibuat, terkesan tidak berfungsi hanya beberapa kali saja terjadi interaksi diantara anggota grup.

3. Tidak Adanya Pendanaan Rutin

Organisasi atau forum apapun akan sangat sulit bergerak jika tidak memiliki pendanaan. Sumber dana bisa didapatkan dari pemerintah ataupun dari iuran anggota. Makanya dalam setiap MGMP selalu kesulitan dalam melakukan kegiatan. Padahal untuk menggenjot pengetahuan guru selain mencari sendiri sangat diperlukan kegiatan organisasi yang menunjang kinerja guru dalam mengajar. Namun hal ini tidak dilakukan karena tidak adanya pendanaan.

Maka jika ingin memaksimalkan peranan MGMP kedepannya sebaiknya dipikirkan bagaimana cara memperoleh pendanaan, untuk setiap MGMP yang ada.

4. Guru Tidak Mau Menambah Pekerjaan Selain Mengajar

Problem berikutnya ada kesan guru sudah lelah dalam mengajar tidak ingin disibukkan lagi dengan agenda kegiatan yang bukan kewajiban sebagai tanggung jawab seorang guru. Seperti kegiatan-kegiatan MGMP hal ini dianggap mengganggu bagi sebagian guru jika di ikuti akan memakan waktu dan mengganggu kesibukan guru tersebut. Padahal peranan MGMP sangat penting sekali jika tidak mau mengikuti kegiatan seorang guru akan ketinggalan informasi.

5. Tidak Adanya Kegiatan Rutin

Hampir seluruh MGMP saya perhatikan berjalan masing-masing. Bahkan ada MGMP yang tidak berfungsi dengan semestinya. Sebaiknya setiap MGMP memiliki agenda rutin baik kegiatan pelatihan maupun kegiatan pertemuan yang membahas tentang mata pelajaran. Lebih baik lagi jika ingin berkembang kegiatan MGMP dilakukan secara bergiliran diantara anggota. Berkunjung bergantian

***

Kelima problem diatas hal-hal yang membuat Musyawarah Guru Mata Pelajaran tidak berjalan fungsinya dengan semestinya. Jika ingin MGMP menjadi forum terbaik guru untuk berbagi informasi dengan harapan seluruh guru memiliki kualitas yang sama dibutuhkan kerja keras, bahkan peran aktif dan konkrit dari pemerintah sangat diharapkan.

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat dan membuka mata hati para dewan guru yang tergabung dalam MGMP untuk lebih peduli dan mengganggap penting kehadiran MGMP. Harapan kita semua peranan MGMP dalam mendukung peningkatan kualitas guru bisa tercapai amin.

.

Sumber : kompasiana  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *