Inspiratif! Cewek Ini Sudah Jadi Kepala Sekolah di Usia 26 Tahun

Jawa Tengah

Di usianya yang baru 26 tahun, Nur Fitri Fatimah jadi kepala sekolah di SD Muhammadiyah Baitul Fallah, Karanganyar, Jawa Tengah.

Lulusan Pendidikan Kimia di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) itu membangun sekolah tersebut setelah lulus kuliah di 2016.

Cewek yang akrab disapa Pipit ini menuturkan, awalnya SD Muhammadiyah Baitul Fallah adalah Sekolah Tani Organik Intan Pari (STOIP) yang digagas Forum Mahasiswa Islam Karangayar (Formaiska).

Setelah berjalan beberapa saat, terdapat tanah wakaf seluas 4.000 meter persegi yang dipercayakan untuk kebermanfaatan sosial. Tanah ini kemudian dimanfaatkan oleh Pipit beserta teman-temannya untuk memulai pembangunan SD. 

“Saya ingin turut serta memperbaiki pendidikan di Indonesia,” katanya, dilansir dari laman UNS.

Setelah pembangunan sekolah usai, dengan persetujuan bersama, Pipit diangkat menjadi kepala sekolah pertama di SD tersebut. 

Sebagai kepala sekolah, Pipit mengaku pengalaman paling berkesan baginya yaitu saat harus mengelola sumber daya manusia di dalam timnya.

Dia harus mempelajari bermacam karakter manusia dan bagaimana cara menghadapinya.

Untuk mengatasi itu, Pipit berusaha menjaga dirinya agar selalu berpikir dan bertindak positif. Dengan SDM yang kompak, dia yakin program-program di sekolahnya itu akan lebih lancar. 

Pipit juga selalu menekankan untuk bekerja dengan ikhlas. “Kalau kerja itu harus ikhlas biar nanti juga berkah,” ujar cewek yang setiap harinya menempuh perjalanan 90 menit ke sekolahnya tersebut.

Selain itu untuk meningkatkan keterampilan pengajar di sekolah, Pipit melakukan beberapa kegiatan. Mulai dari mengikutsertakan para guru dalam workshop, sampai merilis dua buku setiap tahun yang dikerjakan bersama-sama.

Pipit juga harus berjuang untuk melakukan pengelolaan keuangan yang baik, sampai memberikan upaya lebih untuk membumikan pendidikan yang terletak di desa, bukan kota.

Selama menjadi kepala sekolah, sudah ada sederet prestasi yang dicapai. Di antaranya salah satu siswa kelas 1 SD berhasil menyabet penghargaan pada ajang Thailand International Math Olimpiade. 

Jadi Kepala Sekolah di Usia Belia Tak Terlepas dari Restu Orang Tua

Pipit mengatakan bahwa kebiasaan-kebiasaan baiknya selama ini dapat terbentuk, karena dimulai dari hal-hal sederhana.

Sejak kecil, dia sudah menghabiskan waktu berjam-jam sampai pukul 02.00 untuk belajar. Selama itu pula, orang tuanya setia menemani Pipit.

Pipit menambahkan, apa yang telah diraih ini enggak terlepas dari doa dan restu kedua orang tua. 

“Kita manusia yang lemah tapi kita punya Allah SWT Yang Maha Kuat, yang selalu menguatkan kita. Insyaallah, semua bisa mewujudkan impiannya asalkan ada usaha, doa, dan restu orangtua,” lanjut dia.

Perempuan yang sekarang menempuh pendidikan pada program Pascasarjana Pendidikan Sains UNS ini, memiliki motto hidup ‘man jadda wa jada’, yang berarti barang siapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan berhasil.

Sementara untuk motivasi pada kehidupan sosialnya, Pipit memegang kalimat ‘khoirunnas anfa’uhum linnas’ alias sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. 

Dari situ dia semakin gigih dalam menyebarkan hal baik di masyarakat baik dalam bidang pendidikan maupun pengabdian sosial.

“Kita sebagai hamba Allah SWT harus dapat memanfaatkan potensi yang Allah kasih. Di tengah keterbatasan itu, justru Allah akan mengeluarkan potensi-potensi kita yang sekiranya enggak disadari. Tapi, kita akan mendapatkan hal yang unik dan menurutku itu luar biasa ketika bisa memanfaatkan keterbatasan menjadi potensi dan kekuatan yang besar,” tutupnya.

Sumber : kumparan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *