SMKN 1 Kendal Melaksanakan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) Sampai Saat Ini

OPINI

Oleh :  Mildhasari (Peserta Didik SMK Negeri 1 Kendal)

Pandemi covid-19 yang melanda negara Indonesia sangat mengerikan dan membahayakan. Tren peningkatan kasus baru sekitar seribu setiap harinya menunjukan Indonesia membutuhkan waktu lama dalam menyelesaikan kasus corona dan menyelamatkan kesehatan masyarakat Indonesia. Hampir memasuki empat bulan sejak kasus pertama di Indonesia terjadi, Covid-19 menjadi momok menakutkan dan memberikan dampak parah tidak hanya pada sektor kesehatan melainkan pada hancurnya perekonomian, pariwisata dan sektor Industri lainnya.

Pendidikan menjadi salah satu indikator penting dalam pembangunan kualitas hidup manusia, turut terdampak parah karena covid-19 yang tak kunjung usai. Siswa di paksa untuk dapat belajar mandiri di rumah masing masing dengan metode pembelajaran jarak jauh melalui daring. Di SMK NEGERI 1 KENDAL utamanya Pembelajaran jarak jauh menjadi alternatif dalam menghadapi pandemi covid-19, dimana anak-anak yang semula belajar tatap muka sekarang belajar di rumah dengan panduan para guru melalui daring. Kebijakan belajar dari rumah ini sangat merubah kebiasaan, ataupun prilaku guru dan siswa selama ini.

Pembelajaran jarak jauh menjadi solusi penting di mana anak anak tetap belajar, namun tetap sehat dan selamat dari ancaman dan bahaya covid-19. Anak- anakpun di berikan kemudah belajar dengan kemudahan dari rumah dengan memanfaatkan fasilitas gawai yang di miliki serta mendapatkan arahan dan bimbingan guru. Pembelajaran dari rumah tidak mengharuskan anak-anak pergi dan pulang kesekolah, sehingga anak-anak dapat menghemat waktu dan tenaga karena tidak keluar rumah. Anak-anak dalam melaksanakan belajar di rumah dapat terkontrol dan mendapatkan pengawasan dengan baik oleh orang tua. Sehingga

kualitas belajar anak dapat terbantu dengan adanya perhatian khusus orang tua dalam menunjang proses belajar anak di rumah.

Kemudahan yang di berikan fasilitas pembelajaran jarak jauh sebagai alternatif pencegahan siswa terdampak penyakit covid-19, perlu di perhatikan dengan baik progres proses belajar di rumah. Sudah memasuki tiga bulan proses belajar mengajar di rumah telah berjalan. Pembelajaran jarak jauh yang di jalani oleh siswa mendapat banyak keluhan serius bagi siswa dalam menjalani proses belajar di rumah. berbagai permasalahan dalam proses belajar mengajar, siswa, para guru, pihak sekolah dan orang tua merasa terbebani dan penuh tantangan dalam melaksanakan belajar di rumah.

Belajar di rumah memaksa anak merubah kebiasaan, dimana anak di tuntut untuk belajar di rumah.

Merubah kebiasaan ini adalah hal yang sangat sulit bagi anak. Anak kehilangan suasana dan iklim belajar yang ia dapatkan di sekolah. Anak menganggap rumah adalah tempat bermain dan beristirah sehingga anak sulit konsentrasi belajar. Disamping itu banyak guru yang mengandalkan penugasan terhadap anak dalam belajar menyebabkan anak menjadi cepat jenuh dan memicu stres pada anak yang dapat membahayakan keseharan anak.

Tidak hanya siswa, gurupun sebagai seorang pengajar di nilai tidak semuanya siap menghadapi perubahan sistem pembelajaran yang terjadi. Guru di tuntut harus mampu merubah gaya, strategi atau metode pembelajaran kreatif dan inovative terhadap siswa agar siswa tidak jenuh dalam belajar. Hal penting lainnya guru harus mampu beradaptasi dalam menyesuaikan bahasa dalam mengkomunikasikan semua pesan untuk di sampaikan kepada anak. Komunikasi sangat penting, seringkali terjadi miss komunikasi dalam penyampaian pesan karena bahasa yang salah di mengerti anak.

Pihak sekolah di tuntut mampu menyiapkan fasilitas pembelajaran yang baik seperti aplikasi zoom, software ataupun media lainnya mendukung kegiatan belajar.

Walimurid yang memiliki peran penting dalam membantu dan mengawasi anak belajar di rumah, seringkali acuh tak acuh terhadap anak. Orang tuapun gagap terhadap tanggung jawab barunya, sebelum covid-19 orang tua menyerahkan tanggung jawab pendidikan pada sekolah sehingga ketika covid-19 orang tua kebingungan dalam mendidik anak. Orang tua walaupun berada di rumah karena wrok from home memiliki banyak tugas dari kantor dan tentunya memiliki tanggung jawab utama dalam mengurus semua pekerjaan rumah. Anak yang seharusnya mendapatkan perhatian dari orang tua, terpaksan mandiri belajar.

Permasalahan covid-19 yang memaksa harus melakukan pembelajaran jarak jauh harus di perhaikan secara serius agar anak mendapatkan fasilitas pendidikan terbaik. Hal utama yang harus di perhatikan bagaimana pemerintah bertanggung jawab menyiapkan infrastruktur yang dapat menunjang proses belajar dengan baik.

Metode dan capaian belajar harus di kemas dengan baik , kreatif dan inovtif sehingga siswa dapat menikmati proses pembelajar dan tidak stres terbebani dengan tuntutan tugas dan hasil belajar yang sempurna sesuai kurikulum, guru dan orang tua harus melakukan kerjasama dengan baik dalam mensupport dan memaksimalkan jalanya proses. Kritik dan Evaluasi pembelajaran jarak jauh menjadi kunci perbaikan atas kekurangan sehingga kualitas pendidikan menjadi lebih baik dan tetap belajaran walaupun covid-19 masih terus meningkat di Indonesia.

Menurut saya sendiri Ternyata ada beberapa aspek dari pendidikan jarak jauh yang bikin pendidikan ini dikritik. Kemudian, kamu bakalan punya masalah sama cara belajar kamu kalau kamu tipe visual atau verbal. Gak semua materi bakalan kamu terima dalam bentuk video dan gak semuanya diterangin lho. Kamu harus belajar secara mandiri.

Selain itu, kamu mungkin ngalamin kemunduran ketika awal pelajaran soalnya kamu bakalan ngerasa sulit ngatur mood dan kamu juga gak bisa langsung tanya ke guru kamu, kamu perlu kirim email dan nunggu beberapa waktu biar pertanyaan kamu terjawab ya.

ikutan yang namanya pendidikan jarak jauh ini bakalan bikin kamu lumayan kerepotan buat ngumpulin tekad. Yup, kamu mungkin aja dilanda malas dan kurang konsentrasi karena terlalu santai ya..kalau pendidikan jarak jauh ini sempet dikritik karena ternyata jumlah murid yang kemudian kena drop out dari pendidikan jarak jauh bakalan lebih besar dari kelas biasa. Yah, mau gimana lagi dong, butuh keahlian bahasa, kemampuan ngatur waktu belajar, sama kemampuan belajar yang tinggi lho buat sukses ikutan pendidikan ini.

Sumber : kompasiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *