Komisi X Sebut Digitalisasi Tidak Akan Untungkan Sekolah

Program Pendidikan

JAKARTA-, Anggota Komisi X DPR Ri Ferdiansyah mengatakan bahwa secara rata-rata sekolah belum diuntungkan apabila mulai dilakukan digitalisasi sekolah. Sebab, banyak permasalahan yang harus diselesaikan.

“Sekolah belum diuntungkan, kita harus bedah satu per satu. Pertama pemetaan, berapa tentang listrik yang belum dijangkau, berapa jumlah yang belum ada jaringan, lalu gawai, laptop atau komputer, kemudian pendidik dan tenaga pendidik kesiapan dan persiapannya,” jelas dia dalam diskusi daring Kebijakan Digitalisasi Pendidikan Siapa yang Diuntungkan?, Minggu (31/1).

Kemudian, setelah semua permasalahan tersebut selesai maka baru lah masuk ke dalam aspek konten. Apabila pemetaan itu telah selesai, maka konten pun akan berjalan dengan baik.

 “Itu yang harus dilakukan pemetaan tersebut konten-konten ini juga akan terverifikasi. Kontennya siap, sedang dan ringan berapa, karena masing-masing peserta didik mempunyai latar belakang,” ucapnya.

Penyeragaman tanpa pemetaan itu tidak bisa dilakukan di Indonesia, karena setiap wilayah memiliki permasalahannya masing-masing. Selain itu, untuk menjalankan digitalisasi sekolah ini, perlu keterlibatan lembaga lain.

“Oleh karena itu, dasar hukum supaya nanti KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha), BPK (Badan Pengawas Keuangan), BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) bisa mencermati pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut,” imbuhnya.

Kemudian, yang penting juga agar teknologi tidak merubah jati diri bangsa. Semua hal tersebut perlu di evaluasi agar tidak terjadi hilangnya jati diri bangsa.

“Oleh karena itu yang perlu kita dalami adalah teknologi benar kita perlukan untuk menunjang, tapi teknologi adalah pendukung utama dalam proses belajar mengajar, tapi bukan satu-satunya (tolak ukur) keberhasilan peserta didik. Data-data perlu kita benahi,” pungkas dia.

Sumber : radar-bogor.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *