Kalemdiklat Buka PPJ Pendidikan Polri Terbanyak

PJJ

JAKARTA, Kalemdiklat Polri Komjen Arief Sulistyanto membuka pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) Pendidikan Pembentukan Bintara Polri TA 2020-2021 secara virtual di Balai Lemdiklat Polri, Senin (1/2/2021).

Ini adalah rekor PJJ Pendidikan Pembentukan Bintara Polri terbanyak yang pernah diselenggarakan oleh Polri. Total peserta yang ikut ada 11.203 orang yang terdiri dari polisi laki-laki 10.843 dan polwan 560. PPJ diselenggarakan di 31 SPN se-Indonesia dan Sepolwan.

“Dengan meningkatnya situasi pandemi Covid-19, pimpinan Polri mengeluarkan kebijakan agar pendidikan dan latihan Polri dilaksanakan dengan pembelajaran jarak jauh,” kata Kalemdiklat dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Senin.

Arief mengingatkan pendidikan pembentukan Bintara memiliki tujuan dan filosofi yang sangat penting karena ini merupakan awal pembentukan anggota Polri yang bersumber dari masyarakat. Maka seluruh proses belajar-mengajar harus dilakukan secara intensif.

Muatan materi yang terdapat didalam pendidikan pembentukan (Diktuk) ini sangat penting karena ini yang akan menjadi bekal bagi para peserta didik nantinya setelah menjadi anggota Polri.

Ada empat materi yang diberikan Lemdiklat Polri dalam proses Diktuk Bintara Polri. Pertama, proses pembentukan karakter kebayangkaraan pelatihan sikap tatanan nilai.

Kedua, pengenalan dan penanaman nilai-nilai etika profesional Polri, tradisi, dan doktrin di organisasi Polri. Ketiga, pengajaran pengetahuan kepolisian, teori, teknis dan taktis kepolisian serta tugas-tugas Polri di masyarakat.

Keempat pelatihan keterampilan umum dan keterampilan khusus, teknis dan taktis teori kepolisian.

Dari keempat materi tadi, Lemdiklat Polri diharapkan bisa menghasilkan anggota Polri yang berkarakter kebayangkaraan yang kuat, memiliki integritas moral yang tinggi, pengetahuan teori, keterampilan teknis dan taktis serta memiliki pengalaman tugas fungsi Kepolisian.

Arief juga berpesan agar para Kepala SPN dan Kasepolwan untuk mempersiapkan 8 Komponen Standar Pendidikan yang akan diberikan kepada perserta didik. Perlu kerja sama para orangtua untuk memberikan pengawasaan secara intensif supaya tetap disiplin dan taat pada aturan yang telah ditetapkan.

“Yang paling penting adalah para peserta didik harus menyadari bahwa apa yang dilaksanakan saat ini untuk kepentingan para peserta didik sendiri, untuk bekal mereka selama hampir 40 tahun bertugas sebagai anggota Polri. Sehingga jangan dianggap ini main-main, laksanakan pendidikan ini dengan serius,” tegas Arief.

PPJ ini diyakini akan berhasil karena dukungan IT Center dan penerapan teknologi informasi dengan aplikasi pembelajaran, pengawasan dan siatem evaluasi yang cepat, transparan, dan akuntabel.

Model PJJ sudah diterapkan pada semua jenis dan level pendidikan Polri. Namun demikian terdapat materi diklat yang masih tetap harus dilakukan dengan metode tatap muka, di antaranya adalah materi praktek keterampilan teknis taktis profesi yang tidak bisa dilakukan dengan metode PJJ.

Materi ini akan dilakukan setelah situasi pandemi aman bagi siswa dan para peserta didik sudah diberikan vaksinasi Covid-19.

Sumber : beritasatu.com  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *