Peran Taman Baca Atasi Kecanduan Gadget

OPINI

Oleh : Hanan Wiyoko

PERKEMBANGAN teknologi internet tak bisa dibendung. Saat ini jangkauan internet telah merambah luas hingga pelosok desa. Kepemilikan smartphone makin mempermudah orang memanfaatkan internet. Tak kenal usia, tak kenal jenis kelamin : tua-muda, laki-laki dan perempuan, anak-anak hingga dewasa dengan mudah berselancar internet.

Kemudahan akses internet bak pisau bermata dua. Memberikan manfaat, namun bisa juga mendatangkan mudharat. Tergantung bagaimana cara memanfaatkan internet. Internet bagaikan ‘pintu kemana saja’ milik Doraemon. Mengantarkan si pengakses mendapatkan beragam informasi, pilihan pleasure, hingga kesempatan memperoleh uang di internet pun tersaji.

Sungguh disayangkan, bila potensi pemanfaatan secara bijak dan tepat guna terabaikan. Jor-joran memanfaatkan internet sangat disayangkan. Misalnya fenomena game online pada anak-anak. Apalagi di era pandemi Covid-19. Anak-anak lekat dengan gadget untuk pembelajaran online.

Apabila sebelum pandemi anak-anak diberi batasan menggunakan gadget, saat ini seolah anak memiliki kemudahan menggunakan gadget. Saat ini mudah dijumpai, anak-anak usia sekolah dasar dan sekolah menengah pertama memiliki gadget.

Terbayang kekhawatiran. Apa jadinya apabila orangtua kurang perhatian terhadap perilaku berinternet anak-anak tadi. Bisa-bisa anak menjadi kecanduan game online. Kekhwatiran lain anak menjadi malas, konsentrasi menurun, cyber bulying, korban hoaks, penipuan online, hingga menjadi korban pornografi. Ini sungguh mengkhawatirkan.

Atas dasar keprihatinan itulah, pada 1 Januari 2019 didirikan Taman Baca Masyarakat (TBM) Teras Literasi. TBM ini dikelola oleh Komunitas Teras Literasi yang dipimpin oleh Anies Indah Hariyanti. Diberi nama Teras Literasi karena lokasi taman baca memanfaatkan teras rumah sebagai lokasi kegiatan. Taman Baca ini menemapati rumah tinggal di Perumahan Griya Satria Mandalatama RT 09 RW 05 Kelurahan Karanglewas Lor, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas.

“Kami prihatin dengan perilaku anak-anak yang lebih sering main game online. Kami merasa terpanggil untuk bergerak dengan menghadirkan taman baca dan aktivitas literasi di lingkungan perumahan,” kata Anies, ibu berputri satu.

Perempuan yang menjadi istri dari Hanan Wiyoko ini menambahkan, menurutnya dengan menghadirkan aktivitas literasi bisa menjadi alternatif anak mengisi waktu. Menurutnya, dengan menghadirkan taman baca bisa menjadi ‘perlawanan’ terhadap perilaku berinternet anak-anak yang tidak terkontrol.

“Memang ini tidak mudah. Mendirikan taman baca dan menyediakan buku di rak semata tidak terus anak-anak mau datang membaca. Dibutuhkan acara-acara yang menarik minat anak-anak datang,” kata Anies.

Ia menambahkan, acara-acara yang diadakan oleh taman baca masih berlangsung hingga hari ini. Kegiatan yang diadakan antara lain membaca pidato Ir Soekarno tentang hari lahir Pancasila, dan mengajak anak membaca buku dongeng dan menceritakan kembali. Ada juga acara menyaksikan film bersama seperti film G30S PKI dan tayangan Youtube menghibur. Ada juga kegiatan membaca Alquran dengan metode Tartili yang diadakan tiap hari Rabu dan Sabtu.

“Anak-anak butuh sentuhan perhatian karenanya kami ciptakan kegiatan positif yang sesuai. Rutin seminggu dua kali di Teras Literasi ada kegiatan ngaji buat anak-anak tiap bada Ashar,” kata Anies. Ia menambahkan kegiatan ini bekerjasama dengan Takmir Masjid Utsman bin Affan (UBA) di kompleks perumahan.

Upaya lain untuk memerangi kecanduan gadget misalnya dilakukan dengan mengajak anak mengerjakan pekerjaan rumah (PR) online bersama-sama. Juga mengajak bermain olahraga yakni tenis meja. Dengan cara ini diharapkan bisa mengisi waktu anak dengan kegiatan positif, sehingga waktu bermain gadget bisa dikurangi.

Hanan Wiyoko, pegiat literasi TBM Teras Literasi mengatakan, mengelola taman baca bukan perkara melulu soal mengajak anak mau datang ke lokasi untuk membaca. Namun pegiat taman baca dituntut berpikir kreatif untuk menciptakan kegiatan menarik yang dilakukan di mana saja, khususnya di lokasi biasa anak sering berkumpul.

“Bisa jadi kegiatan dilakukan di pos ronda ketika anak-anak sedang berkumpul main gadget. Kalau mengajak anak untuk selalu datang ke lokasi taman baca terkadang susah. Jadi harus kreatif,” ujarnya. Ia menambahkan, TBM Teras Literasi merupakan wajah baru dari TBM Bawor yang didirikan di Jalan Ringintirto RT 5 RW 7 Kelurahan Bancarkembar, Purwokerto Utara. Perubahan nama ini menurutnya karena perpindahan alamat rumah.

Komunitas Melek Internet

Selain berkegiatan di lingkungan perumahan dan menyasar anak-anak, Komunitas Teras Literasi juga berkegiatan di desa dan kelurahan lain. Kegiatan yang dilakukan adalah melakukan peningkatan literasi digital yang dikhususkan bagi kaum perempuan. Perempuan menjadi sasaran kegiatan karena diharapkan menjadi pilar literasi di rumah tangga, sehingga bisa memanfaatkan internet lebih bijak dan tepat guna. Terkhusus, bisa mendampingi anak belajar online saat pandemi seperti saat ini.

“Banyak orang yang berteriak hoaks itu berbahaya. Banyak yang memanfaatkan internet untuk mencari uang. Namun masih sedikit komunitas yang tergerak memberikan edukasi kepada masyarakat. Atas dasar ini, kami komunitas Teras Literasi melakukan pendampingan ke kaum perempuan, khususnya di pedesaan,” kata Anies Indah.

Ia menambahkan, kegiatan yang sudah berjalan antara lain dilaksanakan di Desa Kalibagor dan Pajerukan, Kecamatan Kalibagor. Di Desa Kalibagor, pertemuan diadakan seminggu sekali tiap Rabu sore dibawah naungan PKK desa setempat. Kegiatan dilaksanakan bulan Agustus-Septermber 2020.

Adapun di Desa Pajerukan diadakan tiap hari Kamis sore dibawah naungan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat. Selain itu, komunitas juga diundang mengisi acara bimbingan teknis (bimtek) pemanfaatan internet sehat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat kelompok PKK di Kelurahan Purwokerto Wetan, Kecamatan Purwokerto Selatan.

“Dari komunitas melakukan kegiatan sosial pendampingan pemanfaatan internet positif. Diharapkan ibu-ibu bisa lebih optimal memanfaatkan gadget dan bisa lebih peduli mendampingi anak menggunakan gadget,” kata Hanan yang sering menjadi pemateri literasi digital tersebut.

Hanan dan Anies berharap, kegiatan yang dinaungi Komunitas Teras Literasi bisa memberikan manfaat bagi masyarakat  luas, khususnya anak-anak dan kaum perempuan untuk mengurangi kecanduan gadget dan memanfaatkan internet secara positif.

“Mengelola taman baca memang susah, apalagi bila semangat pengelola naik turun. Kami mencoba terus semangat berkegiatan secara sederhana dan kecil, namun semoga bisa memberikan manfaat,” ujar mereka yang memiliki prinsip ‘Sebaik-baik orang adalah yang bisa memberikan manfaat bagi sesama’. Informasi kontak taman baca bisa menghubungi email wiyokohanan@gmail.com

Sumber : kompasiana  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *