Merancang Kegiatan Bermain sebagai Media untuk Belajar Anak

OPINI

Oleh: Ainur Rohmah

Bermain dan anak, adalah dua kata yang tak dapat dipisahkan, orang dewasa beranggapan bahwa bermain dan belajar adalah hal yang tidak bisa disatukan, sering kita jumpai banyak orang tua menghentikan aktivitas bermain anak, lalu menyuruhnya untuk belajar, agar mendapatkan nilai yang bagus, mereka beranggapan bahwa kalau banyak bermain akan mengurangi waktu mereka untuk belajar.

Namun apabila kita mencoba bertanya kepada anak, maka rata-rata mereka akan menjawab, bahwa belajar adalah kegiatan yang membosankan, dan bermain adalah kegiatan yang menyenangkan, melihat kondisi yang seperti ini, maka sebagai orang tua atau guru harus memutar otak kembali untuk menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan.

Dengan mempersatukan kegiatan belajar dan bermain, menjadikan kegiatan bermain sebagai aktivitas yang dapat membantu anak mencapai perkembangan yang utuh, baik secara sosial, fisik, kognitif, emosional. Menjadikan metode bermain ini sebagai wahana dalam proses pembelajaran yang menyenangkan, karena salah satu cara belajar yang baik sendiri adalah belajar dengan suasana menyenangkan dan tanpa ada unsur tekanan dan paksaan, dengan begitu mereka merasa Fun dan Enjoy.

Dengan demikian, orang tua dan guru yang bijak diharapkan mampu mempersatukan kegiatan bermain dan belajar, dengan mengkolaborasikan suatu materi pelajaran dapat diubah menjadi suatu permainan yang menarik. Merancang kegiatan bermain sebagai media untuk belajar anak ini adalah upaya menarik perhatian anak, apabila anak sudah tertarik, maka perhatian anak akan terpusat pada permainan tersebut, dan secara tidak langsung minat anak untuk mengikuti pembelajaran akan tinggi, dan tentunya mereka juga merasa nyaman dan menyenangkan dalam belajar.

Sumber : kompasiana  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *