Pentingnya Pendidikan Karakter saat Pandemi

Jawa Tengah

SALATIGA, – Pendidikan karakter di masa pandemi Covid-19 ini sangat diperlukan, untuk membentengi peserta saat belajar dari rumah, sebagai upaya membentuk SDM yang unggul dan berprestasi.

Diperlukan pendampingan orang tua saat belajar daring, meskipun ada beberapa anak yang balajar tanpa pendampingan orang tuanya. Atas dasar itu, sekolah perlu bekerja sama dengan orang tua/wali peserta didik, untuk bisa memberikan penguatan pendidikan karakter.

Hal itu diungkapkan Kepala SMP Negeri 1 Salatiga, Hariyati SPd MPd, saat parenting school melalui webinar dengan orang tua, Senin (1/2). Kegiatan itu menghadiran pembicara Kadinas Pendidikan Yuni Ambarwati SH, dosen IAIN Salatiga Dr Ahmad Sulthoni, AKBP Fajar Dani (komite), Kepala SMP Negeri 1 Salatiga Hariyati SPd MPd, dan Wakasek Joko Susilo SPd MPd.

”Parenting school menjadi tempat pertemuan antara pihak sekolah (guru) dengan orang tua. Meskipun dilaksanakan secara daring, namun memberikan manfaat yang sangat besar,” kata Hariyati.

Dari parenting itu, diharapkan terjadi penguatan pendidikan karakter pada anak dengan bantuan orang tua. Penguatan pendidikan karakter pada anak didik diharapkan sepanjang hayat dan bersanding dengan kompetensi global yang dimiliki. Tujuannya, anak didik berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, menuju Generasi Indonesia Gemilang.

Menurut Hariyati, pengembangan SDM unggul harus bersifat holistik dan tidak terfokus kepada kemampuan kognitif saja. Ada enam profil pelajar Pancasila, yakni beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, serta berakhlaq mulia; berkebhinekaan global, memiliki sikap gotong-royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

Sementara itu Kadinas Pendidikan Yuni Ambarwati memaparkan panduan pembelajaran semester genap di masa Pandemi Covid-19. Pembelajaran tatap muka harus mempertimbangkan sejumlah faktor, di antaranya tingkat risiko penyebaran Covid-19 di wilayah sekolah, kesiapan fasilitas kesehatan, kebutuhan layanan pendidikan bagi anak yang orang tuanya bekerja di luar rumah, ketersediaan akses transportasi yang aman, kondisi psikososial anak didik, kondisi geografis, dan lainnya. Adapun AKBP Fajar Dani sebagai komite menyampaikan materi pendidikan karakter bertema ”Aku Bangga Berbangsa Indonesia”.

Sumber : suaramerdeka.com  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *