Tak Habis Akal, Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Manfaatkan Aplikasi Whatsapp untuk Edukasi Warga

OPINI

Oleh : Azzahra Mutiara Ayu

SEMARANG (3/1) – Pandemi nampaknya masih gagah menjarah bumi pertiwi. Alih-alih membaik, Indonesia justru tengah menghadapi lonjakan kasus positif COVID-19 yang kian tajam. Dilansir dari kumparan, tercatat sebanyak 1.099.687 kasus positif COVID-19 hingga 2 Februari lalu.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh berbagai instansi dan masyarakat demi Indonesia pulih dari pandemi, tak terkecuali Universitas Diponegoro. Demi mencegah penularan lebih lanjut, Universitas Diponegoro memutuskan untuk melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di domisili masing-masing mahasiswa secara mandiri. Kegiatan ini berlangsung selama 45 hari mulai 4 Januari hingga 16 Februari 2021. Dengan mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi COVID-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)”, diharapkan program yang dirancang mahasiswa Universitas Diponegoro dapat bermanfaat bagi masyarakat dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Tentunya, pandemi ini tak lepas dari dampak yanh ditimbulkannya. Berbagai upaya kesehatan tertunda, tak terkecuali posyandu yang menjadi salah satu sarana edukasi. Pendampingan ibu hamil dan sosialisasi gizi yang merupakan bagian dari program Forum Kesehatan Kelurahan (FKK) juga tertuda pelaksanaannya. Ditambah lagi dengan adanya kebijakan Pembatasan Pergerakan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diperpanjang hingga 8 Februari mendatang. Hal ini menjadi dasar mahasiswa KKN Kelurahan Muktiharjo Kidul untuk membantu pelaksanaan edukasi gizi dan COVID-19 via online melalui aplikasi whatsapp, dimana merupakan aplikasi dengan pengguna tertinggi di kalangan masyarakat.

Program yang diusung mahasiswa dengan berdasarkan pengkajian masalah yang sudah dilakukan di minggu pertama dan kedua yaitu “Bocil Mukdul (Bot Chat Whatsapp untuk Informasi dan Layanan Gizi Muktiharjo Kidul)” serta “Bumil Saestu (Ibu Hamil Siap ASI Eksklusif dan Tepat MPASI untuk Cegah Stunting di Masa Pandemi)”. Kedua program ini sudah berjalan pada minggu keempat pelaksanaan KKN.

Pada program pertama, mahasiswa membuat fitur bot whatsapp dalam rangka edukasi jarak jauh kapan saja di mana saja. Bot ini berisi materi dan tips seputar COVID-19, gizi dan kesehatan daur hidup bayi, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Pelaksanaan program Bocil Mukdul dilakukan dengan penyebaran kontak whatsapp kepada warga di dalam maupun luar wilayah Muktiharjo Kidul dengan sebelumnya mengedukasi bagaimana cara penggunaan fitur ini kepada warga.

Pada pelaksanaan program kedua yaitu “Bumil Saestu”, ibu hamil wilayah Muktiharjo Kidul terlebih dahulu diajak untuk bergabung melalui grup whatsapp. Ibu hamil yang bersedia akan diedukasi perihal praktik ASI-MPASI yang baik untuk mempersiapkan buah hati sehat dengan imunitas yang kuat dimasa pandemi ini. Media edukasi yang diberikan berupa buku saku dan buku resep MPASI yang telah dilengkapi informasi nilai gizi yang dikirimkan di grup untuk menghindari kontak langsung kepada ibu hamil.

Sejauh ini, semua program berjalan dengan lancar dan diharapkan masyarakat yang teredukasi bisa menerapkan materi yang sudah diberikan dalam kehidupan sehari-hari agar tercipta masyarakat sehat untuk Indonesia lepas dari COVID-19.

Sumber : kompasiana  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *