Nadiem Blak-Blakan Soal Kualitas SDM RI, Apa Katanya?

Kemdikbud

JAKARTA, – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim bicara blak-blakan soal sumber daya manusia (SDM) di Indonesia terkait kesiapan sistem pendidikan RI dalam menghadapi perubahan global di dunia kerja.

Dalam Mandiri Investment Forum 2021, Nadiem mengatakan pembangunan SDM merupakan salah satu dari lima strategi utama pembangunan jangka menengah nasional tahun 2020-2024 untuk mendukung pencapaian visi Indonesia 2045 Indonesia Maju.

“Penekanannya ada pada pembangunan struktur perekonomian yang kokoh, berlandaskan keunggulan kompetitif di berbagai sektor yang didukung oleh SDM berkualitas dan berdaya saing. Karenanya sektor pendidikan memegang peranan penting dalam upaya mewujudkan SDM unggul tersebut,” kata Nadiem pada Rabu (3/2/2021).

Namun, menurut Nadiem, ada banyak tantangan untuk mencapai hal tersebut. Apalagi Indonesia diketahui menaungi sistem pendidikan terbesar ke-4 di dunia, dengan lebih 640 ribu sekolah di seluruh Tanah Air.

“Ukuran dari sistem pendidikan kita sendiri, dengan adanya pandemi maupun tidak, memang sudah banyak sekali tantangan,” kata Nadiem. “Belum lagi soal keberagaman sosial-kultural dan hambatan geografis yang menjadi tantangan bersama dalam beradaptasi.”

Nadiem memaparkan skor PISA (Program for International Student Assessment) atau Program Penilaian Pelajar Internasional di Indonesia membuktikan kurang memadainya hasil belajar pendidikan dasar dan menengah.

“Indonesia konsisten menjadi salah satu negara dengan peringkat hasil PISA terendah, dimana hasil skor PISA Indonesia stagnan dalam 10-15 tahun terakhir,” ujarnya.

Maka dari itu, kata Nadiem, Kemendikbud menguatkan urgensi transformasi pendidikan Indonesia melalui sejumlah terobosan Merdeka Belajar yang bertujuan memberikan pendidikan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Perubahan ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan, untuk mempersiapkan SDM masa depan yang siap beradaptasi dan menaklukkan segala perubahan,” akunya.

“Karenanya sistem pendidikan yang sedang kita bangun adalah sistem pendidikan yang menghasilkan SDM yang merupakan pelajar sepanjang hayat, yang memiliki kompetensi global, dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Ini yang kami sebut dengan Pelajar Pancasila.”

Nadiem memaparkan empat strategi utama Merdeka Belajar untuk menghasilkan Pelajar Pancasila, yakni pembangunan infrastruktur dan teknologi, penguatan kebijakan prosedur dan pendanaan, penguatan kepemimpinan masyarakat dan kebudayaan, serta penguatan kurikulum tergabung dan asesmen.

Tak hanya itu, Kemendikbud juga menyiapkan beberapa skema untuk mengakselerasi transformasi besar itu. Pertama, untuk bentuk matching fund bagi setiap kontribusi mitra atau industri ke perguruan tinggi, pemerintah akan mendampingi dengan pendanaan yang sepadan.

Kedua, untuk mempercepat inovasi transformasi perguruan tinggi agar semakin berorientasi ke masa depan, Kemendikbud juga akan menyediakan dana kompetitif Rp 500 miliar.

“Selain itu ekosistem pendidikan vokasi yang sedang kita bangun juga diharapkan dapat mengakselerasi lahirnya SDM-SDM unggul yang berdaya saing, SDM yang tidak hanya siap kerja tetapi juga siap menciptakan lapangan pekerjaan,” tambahnya.

“Saat ini, dunia usaha dan dunia industri, tidak hanya kami libatkan untuk pelatihan dan penempatan kerja, tapi mulai dari penyusunan kurikulum. Berbagai upaya tersebut tidak mungkin terealisasi tanpa adanya gotong royong dari banyak pihak.”

Sumber : cnbcindonesia.com  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *