Pertahankan Kesenian Daerah, KKN UIN Walisongo Gelar Pelatihan Tari Babalu

OPINI

Oleh : Tika Zulaikha

BATANG-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 61 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mengadakan pelatihan tari Babalu pada hari Kamis (21/01) di Aula PAUD Raudhatul Thalibin Getas, kecamatan Bawang.

Selama pandemi covid-19 segala aktivitas perkuliahan dilaksanakan secara daring. Termasuk program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang biasanya diposkokan kali ini berbeda, pelaksanaanya secara mandiri di rumah, atau dikenal dengan sebutan KKN MIT DR. Mahasiswa dituntut untuk membuat program yang menarik baik itu via online maupun offline.

Pada tahun ini, mahasiswa UIN Walisongo menyusun beberapa program unggulan salah satunya  pelatiham tari. Tari dikhususkan untuk pelajar. Faktor yang mendasari adanya program ini adalah keprihatinan dan kepedulian mahasiswa terhadap perilaku anak yang lebih gemar bermain gadget dibandingkan keluar rumah dan bergaul dengan teman-temannya.

Pelatihan tari Babalu dilaksanakan dari pagi sampai siang, dimulai pada pukul 08.00 WIB. Bertempat  di aula PAUD Raudhatul Thaibin.  Diikuti oleh 7 orang pelajar yang berasal dari desa Getas, Kecamatan Bawang. Pelajar yang mengikuti pelatihan ini merupakan siswi SMA/SMK/sederajat. Kegiatan tersebut di awali dengan penjelasan mengaenai sejarah tari Babalu. kemudian dilanjutkan dengan peragaan gerakan. Dibantu dengan media seadanya peserta nampak khidmat mengikuti arahan dari pelatih.

Afifah Dina salah satu anggota Kelompok 61 KKN MIT DR UIN Walisongo Semarang sekaligus bertugas sebagai pelatih menjelaskan pelatihan tari Babalu ini dipilih untuk mengenalkan kesenian asli kabupaten Batang serta bertujuan untuk melestarikannya. “Tari Babalu merupakan kesenian asli dari Batang. Biasanya ditampilkan dalam acara pagelaran seni.  Saya dan teman– teman bermaksud untuk memperkenalkannya kepada pelajar setempat tentunya agar kesenian tari Babalu ini tetap lestari. Berhubung ini masih masa pendemi peserta pelatihan ini kami batasi.” Jelasnya.

Afifah juga menambahkan pelatihan tari ini dapat digunakan sebagai wadah untuk mengoptimalkan potensi dan skill pelajar dibidang kesenian. “Saat ini, minat pelajar terhadap tari tradisional sangat minim. Sekarang mereka lebih tertarik pada dance modern. Dan dikhawatirkan kesenian tari tradisional akan terlupakan. Apalagi Babalu ini adalah kesenian khas dari kabupaten Batang. Yang harus dijaga kelestariaannya”. Tambahnya.

Upaya melestarikan kebudayaan dan kesenian harus terus dioptimalkan tidak hanya diadakan sekali. Hal tersebut disampaikan juga oleh salah satu peserta pelatihan, Intan. “Kami sangat senang, kakak peserta KKN membimbing kami dengan baik. Sebelumnya, saya dan kawan-kawan hanya bisa menyaksikan pertunjukan tari Babalu di youtube. Sekarang kami bisa belajar dan memprektekkannya secara langsung. Harapan kami program seperti ini bisa diadakan kembali. Untuk membantu para pelajar untuk lebih mencintai kesenian daerah.” Ungkap siswa kelas dua SMA itu.

Sumber : kompasiana  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *