Guru Besar UPI Menilai Sejak Awal Sekolah Tidak Boleh Melarang dan Mewajibkan Atribut Keagamaan

Program Pendidikan

Ahli Kebijakan Pendidikan sekaligus Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Cecep Darmawan mengatakan, baik pemerintah maupun sekolah tidak boleh melarang atau mewajibkan penggunaan atribut keagamaan kepada siswa.

Pengecualian pada sekolah keagamaan karena penggunaan identitas keagamaan diterapkan untuk mendukung visi misi sekolah.

“Menggunakan atau tidak menggunakan identitas keagamaan merupakan hak konstitusional warga negara,” ucap Cecep, Kamis, 4 Februari 2021.

Bagi sekolah keagamaan, penggunaan identitas agama sudah melekat pada identitas sekolah itu.

Oleh karena itu, siswa yang tidak berkenan menggunakan identitas agama lebih baik tidak memilih bersekolah di sekolah berbasis agama.

Menurut Cecep, baik pihak sekolah maupun pemerintah hanya boleh memberikan imbauan kepada siswa untuk menggunakan identitas agama.

Pemberian imbauan menggunakan identitas agama bertujuan untuk membentuk karakter religius pada siswa.

Imbauan tidak bersifat memaksa dan pihak sekolah tidak mengenakan sanksi bagi siswa yang tidak menggunakan identitas agama.

Meski demikian, penggunaan atribut identitas agama bukan faktor utama yang mempengaruhi kualitas pendidikan.

Kualitas pendidikan lebih dipengaruhi oleh terpenuhinya delapan standar pendidikan, diantaranya standar kurikulum, guru dan sarana prasarana.

Cecep mendorong pemerintah untuk lebih fokus memperhatikan faktor prioritas yang mempengaruhi kualitas pendidikan.

Salah satunya, penguatan digitalisasi pendidikan pada saat pandemi Covid-19.

Sumber : pikiran-rakyat.com  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *