Usung Pencegahan HIV-AIDS, Tim UII Juara Tiga Sinacomp

Jawa Tengah Kampus

SLEMAN — Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menoreh prestasi pada awal 2021. Kali ini, diraih delegasi Fakultas Kedokteran (FK) UII dari Scientific National Competition (Sinacomp) 2020 yang digelar daring Universitas Mataram.

Delegasi yang mengukir prestasi untuk poster publik itu terdiri dari Hanifah Rifda Nuraini, Anisa Sugiyanti dan Dwina Permata Sari. Penilaian awal dimulai dari voting Instagram, lalu lima finalis presentasi dan lakukan tanya jawab.

Sinacomp untuk cabang poster publik sendiri tahun ini mengambil tema penyakit infeksi. Hal tersebut mendorong delegasi untuk mengambil subtema mengenai pencegahan penyakit HIV-AIDS dengan judul Waspada HIV-AIDS Cegah dengan Setia.

Dwina mengatakan, poster yang mereka paparkan menekankan ke pencegahan memakai akronim yang mudah dipahami masyarakat yaitu Setia. Apalagi, penyakit HIV-AIDS sampai saat ini belum ditemukan obatnya, sehingga lebih baik dicegah.

“Setia ke pasangan dan tidak seks bebas, tidak memakai jarum suntik bersamaan, ibu hamil diberi obat antivirus dan awas hati-hati saat transfusi darah. Kami berharap dapat menekan angka HIV-AIDS di Indonesia yang sudah mengkhawatirkan,” kata Dwina, Kamis (4/2).

Senada, Anisa berharap, masyarakat dapat memahami gejala HIV-AIDS, termasuk yang pertama dan paling sering muncul seperti sakit saat menelan dan muncul ruam. Ia menilai, mengenali gejala sejak dini akan mencegah berkembangnya HIV jadi AIDS.

 Setelah itu, muncul pembesaran kelenjar getah bening, menandakan semakin parah dan gejala akhirnya diare parah dan penurunan berat badan drastis. Ia berharap, masyarakat dapat pula menghindari cara penularan paling banyak yaitu seks bebas.

“Kebanyakan masyarakat awam belum tahu bahaya seks bebas, terutama pada remaja. Kami sebagai mahasiswa kedokteran merasa harus ikut andil dalam edukasi penyakit HIV-AIDS kepada masyarakat,” ujar Anisa.

Hanifah menambahkan, mereka sangat prihatin terhadap pemberian stigma negatif dan diskriminasi masyarakat kepada Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA). Banyak hoaks beredar jika HIV-AIDS dapat menular melalui air liur, sehingga ODHA banyak dikucilkan.

Untuk itu, sangat penting edukasi terkait dengan bahaya HIV-AIDS diberikan sejak dini, terutama kepada anak-anak dan remaja bersamaan dengan pendidikan seksual. Sehingga, pengetahuan itu nantinya bisa diterapkan hingga kelak mereka dewasa.

“Karena memang infeksi HIV bisa terjadi kepada siapa saja, dari kalangan usia berapapun dan dari jenis kelamin apapun,” kata Hanifah.

Sumber : republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *