Kaitkan Islam dengan Terorisme, Dewan Pendidikan Jepang Minta Maaf

Internasional

Ketua Dewan Pendidikan Prefektur Saga, Jepang, menyampaikan permohonan maaf setelah ujian bahasa Inggris untuk siswa sekolah menengah atas di sana dianggap mengaitkan Islam dengan terorisme.

Yuji Ochiai, kepala Dewan Pendidikan Saga Sabtu lalu menyadari situasi ini bisa menimbulkan kesalahpahaman.

“Saya merasa bertanggung jawab penuh atas situasi ini,” kata dia, seperti dilansir laman Mainichi, Kamis (4/2).

Kalimat yang dianggap mengaitkan terorisme dengan Islam itu terdapat pada pertanyaan soal bahasa Inggris pada ujian Januari lalu di seluruh sekolah SMA di Prefektur Saga.

Kutipan itu berbunyi “anak-anak Mesir yang tidak bisa mencari uang akan pergi ke masjid untuk mendapat makanan dan menjadi teroris.”

Dalam jumpa pers 2 Februari lalu Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Olah Raga, Sains dan Teknologi Koichi Hagiuda mengatakan, “Kalimat itu tidak adil, diskriminatif dan sangat tidak pantas. Dewan pendidikan harus mengambil langkah tepat untuk memastikan ini tidak terulang.”

Soal dalam pertanyaan ujian itu disusun oleh sekelompok tim pengajar dari sekolah negeri dan swasta di Saga bekerja sama dengan lembaga lain dan dikepalai oleh Nariki Watanabe.

Kazuyo Matsushita, pakar hak asasi manusia yang juga profesor di Universitas Saga menuturkan, “Para pendidik harus terus memperbarui pemahaman mereka tentang hak asasi manusia tiap kali mereka mendapat pelatihan dan mempertanyakan kembali pola pikir mereka.”

Sumber : merdeka.com  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *