KH Cholil Nafis Beri Usulan Pasal Tambahan SKB 3 Menteri Seragam Sekolah Negeri

Peraturan Pendidikan

Polemik Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri terkait aturan seragam sekolah negeri terus bergulir. Ketua MUI KH Cholil Nafis pun menyampaikan saran kepada Mendikbud Nadiem Makarim dan Menag Yaqut Cholil Qoumas terkait pasal tambahan di SKB itu.

“Saya usul kepada Gus (Yaqut) dan Mas Menteri (Nadiem) untuk menambahkan 1 pasal menyempurnakan SKB 3 Menteri,” ujar Cholil Nafis dikutip dari akun Twitternya, Sabtu (6/2). kumparan telah mendapat izin mengutip pernyataan ini.

Pengasuh Ponpes Cendekia Amanah ini mengusulkan ada pasal yang mengatur tentang kewajiban anak didik memakai atribut keagamaan namun harus sesuai dengan keyakinannya masing-masing.

Menurut Cholil Nafis, kewajiban ini juga harus mendapat persetujuan dari orang tua/wali dan komite sekolah.

“Guru dan Sekolah dapat mewajibkan kepada siswa/siswi memakai atribut keagamaan sesuai keyakinannya masing dengan persetujuan orang tua/komite sekolah dan tak boleh mewajibkan kepada yang berbeda keyakinan,” ucapnya.

Cholil Nafis sebelumnya mengkritik SKB tersebut karena pemda dan kepala sekolah diminta tak boleh mewajibkan penggunaan seragam dengan atribut kekhususan agama, termasuk jilbab.

Padahal menurutnya, memakai jilbab bagi muslimah hukumnya wajib dalam Islam.

Ia mengatakan, yang seharusnya dilarang adalah pemakaian atribut keagamaan pada anak didik yang berbeda keyakinan, misalnya jilbab dipakai anak didik nonmuslim.

“Lah giliran mau diwajibkan berjilbab bagi yang muslimah kok malah tidak boleh. Yang tak boleh itu mewajibkan jilbab kepada non muslimah atau melarang muslimah memakai jilbab,” ujarnya, Jumat (5/2).

SKB 3 Menteri soal seragam sekolah disahkan pada Rabu (3/1) oleh Mendikbud Nadiem Makarim, Mendagri Tito Karnavian, dan Menag Yaqut Cholil Qoumas. SKB ini hanya berlaku untuk sekolah negeri dan tidak berlaku di Aceh yang menganut Syariat Islam.

SKB ini terbit tak lama setelah mencuat kasus siswi nonmuslim di SMKN 2 Padang yang diwajibkan mengenakan jilbab. Nadiem pun menegaskan penggunaan seragam sekolah dengan atribut keagamaan di sekolah negeri merupakan keputusan individu.

Sumber : kumparan.com  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *