Mengenal IB, Kurikulum Sekolah Internasional di Indonesia

Program Pendidikan

JAKARTA: Satuan Pendidikan Kerja sama (SPK) di Indonesia atau sekolah internasional telah banyak bertebaran di Indonesia. Mereka juga menggunakan kurikulum yang dibawa luar negeri.

Pendiri sekaligus Ketua Association of International School Educators Indonesia (AISEI), Capri Anjaya menjelaskan salah satu kurikulum asing yang ada di Indonesia yaitu International Baccalaureate (IB) yang digunakan pada sekolah di Inggris.

Capri menjelaskan IB telah mendapatkan izin dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) untuk dijalankan di Indonesia. Sekolah internasional hanya disyarakatkan untuk wajib mengajarkan Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia dan Agama sesuai standar yang dimiliki Indonesia.

“Dengan begitu kurikulum asing bisa dikembangkan di Indonesia,” kata Capri dalam siaran Youtube Vox Point Indonesia, Jumat, 5 Februari 2021.

Sisanya, IB memiliki kekhasannya sendiri. Jika kurikulum di Indonesia menganut profil Pancasila, maka IB juga membentuk profil pelajarnya sendiri.

“IB itu punya IB learner profile, di mana pelajar memiliki rasa ingin tahu. Biasanya juga anak IB, berpengalaman luas karena sering membaca dan menulis. Kemudian juga dia mampu berpikir kritis karena semua pembelajaran dia perhatikan,” terang Capri.

Selanjutnya, dengan menerapkan kurikulum IB, pelajar mampu berkomunikasi baik karena dibiasakan berdiskusi di dalam kelas. Pelajar tersebut juga memiliki prinsip hidup yang kuat berdasarkan hasil riset dan pengalaman.

“Walaupun punya prinsip kuat mereka open mided, mereka terbuka dengan berbagai pendapat. Mereka memiliki rasa kepedulian, karena memang dilatih untuk care, berani mengambil risiko,” lanjutnya.

Selain itu, kurikulum IB juga mengajarkan siswa untuk seimbang dalam segala kegiatan. Kegiatan belajar harus diimbangi dengan asupan nutrisi, olahraga dan istirahat.

“Selanjutnya mereka memiliki kemampuan intropeksi, melakukan refleksi apa yang sudah bagus, apa yang harus ditingkatkan. Semua guru IB melinkkan siswa untuk menyentuh learner profile seperti itu,” ujar dia.

Sumber : medcom.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *