5 Penyebab anak sulit diatur

OPINI

Oleh : Agus Setiyanto

1. Tak ada contoh keteladanan dari orangtua.

Anak bak kertas putih yang siap ditorehkan tulisan atau pun lukisan. Tulisan yang ditorehkan sesuai keinginan penulis.

Orangtua yang selalu berada di dekat anak, tindak tanduknya, tutur kata nya akan ditiru sang anak. Bila tutur kata kasar dan tidak etis, mau tidak mau, sang anak akan menyalinnya dalam memory pikirannya, dan siap mengeluarkan kata-kata yang telah tersimpan.

Begitu pula sebaliknya. Ucapan baik, tanggung jawab, kerja keras dan sikap ramah dalam berinteraksi, dan lain lain akan memperkaya kosa kata dan keteladanan dalam ingatannya.

Ketika orang tua meninggal dunia, sang anak akan mengingat hal – hal yang paling berkesan dengannya.

2. Berteman dengan kawan yang buruk perangainya

Manusia tanpa teman akan hidup kesepian, sunyi seperti gelapnya malam, sepi tanpa sang rembulan.

Begitu pula sang anak. Dia akan mencari teman sebaya, dan akan berusaha bertingkah seperti kawan-kawannya agar dapat diterima masuk dan dihargai dalam kamunitas tersebut. Sang anak akan kebingungan dalam bertindak, apakah harus mengikuti nasihat orang tua atau teman-teman yang buruk perangainya.

Di sini lah pentingnya komunikasi orang tua dan anak dan memilih teman-teman yang baik untuk sang anak.

3.  Memberi makan dari harta yang tidak halal

Semakin mendekati akhir zaman, orang-orang tidak peduli bagaimana cara dirinya mencari makan, tidak peduli baik ataupun buruk, semua dilibas.

Nasi, lauk pauk, air minum, pakaian dan lain-lain yang diberikan kepada sang anak dari hasil yang tidak halal, tentu saja tidak membawa berkah dan kebaikan.

Bagaimana mungkin mengharapkan sesuatu yang baik dari harta yang tidak halal.

4. Terlalu banyak memegang gadget.

Perkembangan teknologi yang demikian cepat, mau tidak mau mesti diikuti agar tidak ketinggalan zaman. Materi dan Ujian sekolah anak pun dikirim lewat gadget.

Orang tua agar lebih bijak dalam menyeleksi konten dan memberikan batasan waktu penggunaan hp.

5. Lupa mendoakan anak di penghujung dan sehabis sholat.

Doa adalah pengubah takdir. Mudah-mudahan dengan doa yang kita munajatkan akan berbuah kebaikan kepada sang anak dan tidak menyusahkan orang tua, masyarakat, bangsa dan negara. Terlebih lagi ketika orang tua diminta pertanggungjawaban di hari akhir.

Semoga anak-anak kita menjadi orang yang bermanfaat bagi agama, orang tua, masyarakat dan bangsa.

Amiin

Sumber : kompasiana  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *