Kemenag Minta Komite Madrasah Lebih Peduli di Masa Pandemi

Madrasah

BANYUWANGI — Masa pandemi yang panjang membuat sekolah-sekolah Islam berada dalam masa stagnasi. Karena itu, Kementerian Agama (Kemenag) meminta Komite Madrasah lebih peduli memikirkan perkembangan madrasah di era seperti ini.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Muhammad Ali Ramdhani berharap masyarakat terlibat lebih dalam demi memajukan pendidikan di daerahnya masing-masing. Menurut dia, terdapat berbagai keterbatasan yang dimiliki madrasah, sehingga saat ini membutuhkan uluran tangan publik.

“Kami tak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dan partisipadi publik. Representasi publik dalam hal ini adalah komite,” ujarnya.  

Menurut dia, Kementerian Agama telah berupaya keras menghadirkan pendidikan yang baik dalam mutu dan infrastruktur. Dalam beberapa tahun terakhir upaya itu telah membuahkan hasil dengan meningkatnya daya saing madrasah di bidang agama dan sains.

“Tentunya saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang luar biasa kepada komite yang telah mewujudkan kepedulian dalam menopang eksistensi dan kehadiran madrasah,” ucapnya.

 Dengan berbagai keterbatasan yang ada madrasah mampu hadir melampaui ekspektasi. “Apa yang kita capai dari madrasah ini telah membangkitkan kepercayaan masyarakat, saya berharap dukungan dan kontribusi ini terus meningkat,” katanya.

Disamping itu, madrasah juga diminta agar meningkatkan pelayanan jauh lebih baik, karena itu merupakan tanggung jawab dan amanah dari masyarakat. “Mari kita pelihara bersama kepercayaan masyarakat agar menjadi energi tambahan, inspirasi dan motivasi bagi kita semua untuk mewujudkan performa madrasah yang jauh lebih baik,” kata Ramdhani.

Pada Ahad (7/2) ini, Kemenag telah menerima hibah sebidang tanah seluas 3.700 meter persegi dari Komite Madrasah untuk Tsanawiyah Negeri 1 Banyuwangi. Ramdhani menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas kontribusi publik tersebut. Menurut dia, apa yang diamanatkan kepada pemerintah tersebut akan dipergunakan semaksimal mungkin demi pengembangan pendidikan.

Sementara itu, Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Banyuwangi, Salman mengungkapkan, minat masyarakat menyekolahkan anaknya ke madrasahnya jauh lebih tinggi saat ini. “Ini menandakan masyarakat memandang madrasah bukan sebelah mata. Tiga kompetensi literasi baca, literasi sains dan literasi numerik sekolah kami sudah di atas sekolah lainnya,” kata Salman.

Sumber : republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *