Pentingnya Peran Guru, Sekolah dan Orang Tua Ciptakan Pendidikan yang Berkualitas

GURU Metode Belajar

JAKARTA, – Kegiatan “Innovation School Leaders and Teachers Forum “(ISLTF) yang diselenggarakan Hafecs (Highly functioning education consulting services) telah diselenggarakan pada Sabtu (6/2/2021). Hafecs ke-29 special parenting diikuti sekitar 4.000 peserta melalui platform Zoom dan kanal YouTube Hafecs. Hafecs menyoroti pentingnya peran guru, sekolah serta orang tua dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas.

Acara ini diulas oleh direktur sekaligus master trainer Hafecs Zulfikar Alimuddin. Turut menjadi pembicara, public figure sekaligus pemerhati anak Shahnaz Haque. Tema besar yang diulas pada forum ini adalah “Peran Guru, Sekolah dan Orang Tua untuk Menciptakan Pendidikan yang Lebih Berkualitas”.

Zulfikar menyoroti peringkat Indonesia pada PISA atau program penilaian pelajar internasional yang meningkat pada tahun 2018, yang berada di posisi 74 dari 79 negara yang berpartisipasi. Namun skor Indonesia menurun dibandingkan tahun 2015.

“Yang membuat kita tambah sedih adalah, ketika anggaran pendidikan meningkat, ada sertifikasi, ada PPG, kok literasinya tetap rendah, apa yang salah dengan Bangsa ini?” ungkap Zulfikar, Minggu (7/2/2021).

Ia menambahkan bahwa pendidikan Indonesia mau tidak mau berkaitan langsung dengan kualitas guru. Guru yang profesional ialah guru yang “menguasai” kualitas pengajaran dan kualitas personalnya (mindset).

Menurut Zulfikar beberapa contoh bagaimana cara orang tua bisa mengembangkan literasi dan potensi anak adalah dengan:

Ajak anak berbicara

Papar anak dengan berbagai jenis buku

Tanamkan pentingnya kerja keras

Jangan biarkan anak-anak takut gagal

Jalin komunikasi dan kolaborasi bersama sang guru

Tawarkan pengalaman dan kesempatan kepada anak

Sementara itu Shahnaz mengungkapkan bahwa menjadi orang tua dan pendidik itu tidak gampang. Perlu penguasaan atau pengendalian diri yang baik. Orang tua juga tidak boleh menjadi toxic parenting, yang kerap melakukan kekerasan kepada anak.

“Tidak semua orang siap menjadi orang tua, kalau kita ingin mencetak anak-anak berprestasi, kita musti setting intentions atau yaitu memperbaiki niat, membersihkan hati, meluruskan niat. Karena anak yang bersemangat jika pertama dia memiliki orang tua yang mendukung, kedua ada di lingkungan yang tidak beracun (toxic), ketiga dia mesti sehat fisik dan pikirannya,” ungkap Shahnaz.

“Memperbaiki diri adalah kunci agar para orang tua dan guru dapat memberikan pendidikan serta mengayomi anak dengan baik. Stop kekerasan pada anak”.

Hafecs mengajak para guru agar selalu menjaga profesionalitas mereka dengan cara mengulang kembali kualitas pengajaran melalui training-training khusus dan lebih mendalam. Melalui situsnya, Hafecs menyajikan kursus-kursus baik itu daring maupun luring yang dapat diakses secara real-time. Di sana pengajar dapat belajar banyak tentang penguasaan kompetensi guru versi guru inovatif Hafecs.

Sumber : beritasatu.com  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *