Ganjar Pranowo Puji Pendampingan UMKM dari UNS

Kampus

JAKARTA:  Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo memuji pendampingan terhadap Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dilakukan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Ungkapan tersebut disampaikan Ganjar dalam Wedangan IKA UNS ke-43.

Selain memuji peran UNS, Ganjar juga meminta IKA UNS bersama UNS memberikan pendampingan bagi kelompok masyarakat terdampak pandemi covid-19.  Kelompok yang dimaksud Ganjar adalah para pekerja yang terkena PHK dan sektor usaha yang mengalami stagnasi atau bahkan kerugian.

“Sudah banyak yang terkena PHK. Apakah (kartu) Prakerja itu kemudian bisa betul-betul efektif untuk didorong. Kalau tanpa pendampingan tidak bisa. Itu harus didorong, maka dari IKA UNS dan UNS yang pendampingan UMKM-nya bagus dan Pak Jamal juga sering komunikasi dengan kami, ini kesempatan untuk mencari kesempatan yang baru,” ujar Ganjar Pranowo.

Dalam Wedangan IKA UNS ke-43, Ganjar Pranowo juga menerangkan prospek ekonomi Jateng di tahun 2021. Hal tersebut dipaparkannya di hadapan Rektor UNS, Jamal Wiwoho, Ketua DK OJK Wimboh Santoso, Dirut PT. Hutama Karya, Budi Harto, Ketum Apindo, Hariyadi Sukamdani dan Komisaris Independen Bank DKI, Lukman Hakim.

Ganjar mengaku optimistis menghadapi tahun 2021. Rasa optimisme tersebut didasarkannya pada program vaksinasi covid-19 dari pemerintah yang sudah dimulai sejak awal Januari lalu.

Ia mengatakan, vaksin merupakan harapan baru untuk menekan penyebaran covid-19 di Jateng. Ia mencatat semenjak program vaksinasi dimulai, jumlah tenaga kesehatan (Nakes) yang terkonfirmasi positif covid-19 mengalami penurunan.

“Tujuh Minggu terakhir sebelum vaksin dilakukan, tenaga medis kita 200-an yang terpapar covid-19. Begitu sudah memasuki masa vaksinasi ternyata turunnya drastis jadi 170-140.  Bahkan minggu ketiga, hanya 27. Apa artinya? Vaksin ini harapan baru,” ungkapnya.

Di hadapan 403 peserta Wedangan IKA UNS, Ganjar Pranowo juga mengungkapkan strategi Pemprov Jateng untuk menggeliatkan sektor ekonomi yang terpuruk akibat pandemi covid-19. Salah satunya dengan mewujudkan kemandirian pangan.

“Kita wujudkan kemandirian pangan ini dengan meningkatkan produktivitas pangan, terwujudnya distribusi, stabilitas pangan, serta lumbung cadangan pangan, peningkatan diversifikasi pangan berbasis sumber daya pangan lokal, dan optimalisasi pemanfaatan pekarangan sehingga meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP),” tambah Ganjar.

Sebagai institusi pendidikan, UNS telah berperan aktif dalam mendampingi UMKM di berbagai daerah, khususnya di Jateng. Pendampingan tersebut dilakukan sebagai jawaban UNS dalam mengimplementasikan salah satu poin Tridarma Pendidikan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat.

Bahkan, di masa pandemi covid-19, dosen dan mahasiswa UNS masih aktif untuk mendampingi UMKM di sejumlah daerah dengan menerapkan protokol Kkesehatan (prokes) yang ketat.

Dalam skala yang lebih besar, UNS melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) pada Agustus tahun 2020 juga memberikan bantuan uang tunai untuk desa binaan FEB UNS di Desa Cangkringan Banyudono, Boyolali. Bantuan tersebut merupakan kerja sama dengan Bank Jateng untuk Desa Cangkringan yang 57 keluarga harus menjalani karantina mandiri akibat beberapa warganya dinyatakan positif covid-19.

Sumber : medcom.id  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *