Pakar: Seragam Sekolah itu Tidak Meningkatkan Mutu Pendidikan

Peraturan Pendidikan

Pemerintah telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri perihal penggunaan seragam dan atribut di lingkungan sekolah. Salah satu yang tercantum di dalamnya adalah memberikan kebebasan hak kepada para murid, guru dan tenaga kependidikan.

Namun, terkait seragam ini juga dikritisi. Pengamat dan Praktisi Pendidikan Indra Charismiadji mempertanyakan kenapa sampai ribut mempermasalahkan seragam, padahal hal itu sama sekali tidak meningkatkan hasil capaian belajar para murid di Indonesia.

“Apa dengan seragam itu lalu kita punya kajian hasil pendidikan kita lebih baik, faktanya kita adalah salah satu negara yang terburuk di dunia,” terang Indra dalam siaran YouTube Pendidikan VOX Point yang dikutip, Senin (8/2).

Banyak negara dengan kualitas pendidikan tinggi di dunia tidak menyeragamkan seragam sekolah di negaranya, seperti Finlandia, Jerman, Inggris, Kanada sampai Amerika Serikat. Kata Indra, karena negara tersebut mengacu pada kajian yang mengatakan bahwa seragam tidak mempengaruhi pembelajaran.

“Mereka enggak pake seragam dan mereka juga punya dasar kajian akademis kalau seragam itu tidak meningkatkan mutu akademis, tidak menghindari bullying,” imbuh dia.

“Bahkan di Inggris kajiannya adalah seragam tidak menghapuskan dikotomi (pembagian) siswa kaya dan miskin, karena anak miskin seragamnya cuma satu dan anak kaya pasti lebih dari satu. Jadi bakalan keliatan yang miskin dan kaya (dari warna),” sambungnya.

Malahan, negara yang fokus ke seragam, dari hasil kajian, hal tersebut adalah untuk menghindari masalah utama pendidikan di negara tersebut. Salah satunya Indonesia yang saat ini terpaksa menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ), hal ini dikhawatirkan akan membuat loss generation yang besar.

“Bahkan Kemendikbud sendiri mengatkakan kalau selama PJJ ini terjadi learning loss, ini kita punya masalah di mutu tapi kok masalahin seragam. Saya lucu liat anak-anak belajar dari rumah harus pake seragam, esensinya apa. Tidak ada kajian akademis itu meningkatkan mutu pendidikan,” pungkasnya.

Sumber : jawapos.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *