‘Indonesia Perlu Ciptakan Renaisans di Bidang Pendidikan’

Jawa Tengah

YOGYAKARTA — Indonesia saat ini dinilai perlu menciptakan renaisans di bidang pendidikan. Revolusi pikir terhadap paradigma pendidikan sudah seharusnya terjadi saat ini.

“Menarik untuk dipahami bahwa ternyata tren global yang akan terjadi di masa akan datang membuat semakin banyak individu semakin berdaya atau individual empowerment. Artinya, sebenarnya di masa depan akan banyak individu yang punya kesempatan akses ke informasi, pengetahuan, dan sumber daya,” kata pendiri Gerakan Sekolah Menyenangkan, Muhammad Nur Rizal, Selasa (9/2).

Hal ini dikarenakan natur teknologi yang mudah, murah dan cepat untuk diakses. Sehingga kesempatan setiap individu untuk akses informasi menjadi lebih luas.

“Akibat dari itu, sebenarnya semakin banyak individu dari kelas menengah yang taraf dan kualitas kehidupannya justru semakin meningkat di masa depan. Akses kesehatan dan pendidikan semakin membaik dan ekonomi semakin meningkat. Oleh karenanya maka semakin banyak individu yang memiliki kekuatan. Artinya, tren yang akan terjadi di masa depan adalah terjadinya diffusion of power,” ujar dosen Universitas Gadjah Mada itu.

Rizal menjelaskan, dulu kekuatan (power) hanya dimiliki oleh segelintir penguasa dan elitis sehingga kontrol berasal dari pusat. Namun, semakin ke depan, kekuatan tersebut akan tersebar ke individu-individu bahkan kelas menengah sehingga kelas menengah akan semakin meningkat di masa depan. Fenomena ini disebut dengan global middle class,” katanya.

Melihat potret pendidikan Indonesia yang masih cukup jauh menuju ke arah sana, menurut Rizal Indonesia membutuhkan renaisans di bidang pendidikan. “Revolusi pikir secara fundamental terhadap paradigma pendidikan Indonesia dibutuhkan untuk menghadapi pergeseran peradaban ini,” katanya.

Rizal mengutip John Dewey yang menyatakan kondisi suatu bangsa dapat dilihat dari muka di kelas-kelasnya. Maka pendidikan menjadi kunci utama dalam mendorong masyarakat Indonesia agar bertahan melewati gesekan konflik pergeseran peradaban ini.

Menurut peraih gelar doktor dari Monash University itu, peran pendidikan yang utama saat ini adalah bagaimana agar percepatan teknologi di masa akan datang tidak menggerus peran manusia dalam kehidupan. Maka dari itu, pendidikan yang dipersiapkan adalah yang berpusat pada manusia (human centered) serta personalisasi.

“Artinya, yang diajarkan tidak hanya mengenai konten-konten pendidikan berbasis akademik melainkan keterampilan skill dan knowledge mengenai ketahanan diri di masa depan, seperti life skill, social skill, dan mental balance,” kata Rizal.

Sumber : republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *