Peran Orangtua Mendampingi Belajar di Masa Pandemi

OPINI

Oleh : Nur Innayatul Fatkhiyah

Dunia saat ini disibukkan dengan munculnya virus corona (Covid-19). kasus Corona di dunia masih menunjukkan angka yang terus bertambah, baik jumlah yang terinfeksi COVID-19 maupun jumlah korban yang meninggal dunia.

Data Worldometers Senin (8/2/2021) pagi melaporkan, positif Coronavirus di dunia telah mencapai 106.676.179 kasus dan jumlah yang meninggal dunia menjadi 2.326.773 orang.

Sementara pasien yang berhasil sembuh secara kumulatif hingga saat ini terkonfirmasi sebanyak 78.374.257 orang.

Amerika Serikat masih menjadi negara dengan kasus Corona terbanyak di dunia dan hingga saat ini Covid-19 telah menginfeksi 27 juta lebih orang di AS.

Jumlah yang tewas akibat virus COVID-19 ini ada 474.933 warga, serta kasus aktif per hari ini tercatat menginfeksi sebanyak 9.782.082 orang.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini, di antaranya adalah dengan mengeluarkan PP Nomor 21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 yang berakibat pada pembatasan berbagai aktivitas termasuk di antaranya sekolah. Sementara itu aktivitas Belajar Dari Rumah (BDR) secara resmi di keluarkan melalui Surat Edaran Mendikbud Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 tentang pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (COVID- 19).

Kebijakan ini memaksa guru dan murid untuk tetap bekerja dan belajar dari rumah dari jenjang PAUD sampai Perguruan Tinggi (kemdikbud.go.id, 2020). Kebijakan ini tentunya tidak hanya berdampak pada relasi guru dan murid selama BDR, namun juga pentingnya optimalisasi peran orangtua dalam pelaksanaan BDR.

Pendidikan anak didapatkan tidak hanyabdisekolah namun juga didapatkan di rumah. Pendidikan adalah suatu hal yang penting dalam kehidupan anak karena pendidikan dimulai dari sejak anak di dalam kandungan dan berlangsung sepanjang hayat dalam kehidupan manusia. Pendidikan anak usia dini merupakan bagian dari pencapaian tujuan pendidikan nasional, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Sejak ditetapkannya Covid-19 sebagai pandemi pada tanggal 11 maret 202, dari pandemi pemerintah mengeluarkan Surat Edaran Mendikbud No. 4 tahun 2020 yang menetapkan belajar dari rumah  (learn from home) bagi anak-anak sekolah dan bekerja dari rumah (work from hoe) bagi guru, termasuk mereka yang bekerja di satuan PAUD. Untuk pendidikan di Indonesia, kondisi ini merupakan hal yang tak terduga bagi guru, orang tua, dan anak. Kemudian peran guru, orangtua dan anak-qnak secara tiba-tiba harus bisa mencari proses belajar yang menyenangkan selama di rumah, yang tidak membuat anak merasa bosan. Agar proses belajar berjalan dan perkembangan anak tetap optimal meskipun tetap di rumah saja.

Dalam hal ini peran orangtua sangat penting dan sangat diperlukan sekali sebagai proses pembelajaran anak selama di rumah, dengan peran orangtua sangat mempengaruhi sang anak dalam menangkap pelajaran, kemudian dengan bimbingan orangtua selama dirumah menjadikan anak rajin untuk belajar dan orangtua juga perlu memberikan edukasi -edukasi kepada anaknya yang terkadang anak masih belum memahami tentang pandemi yang sedang mewabah yang dimana kita semua disuruh tetap dirumah agar tidak tertular virus dan menularkan wabah pandemi yang ada di indonesia.

Berbicara tentang peran orang tua, tidak terlepas dari keluarga.

Lestari, (2012)menyatakan bahwa orangtua memiliki fungsi yaitu memiliki tugas dan fungsi perawatan, dukungan emosi dan materi, serta mempunyai pemenuhanan peranan sebagai orangtua.  Sejalan dengan hal tersebut, Muchtar (dalam Lutfatutatifah et al., 2015) mengugkapkan bahwa keluarga merupakan bagian penting dari unit masyarakat. Keluarga memiliki peran penting dalam merawat, mendidik , melindungi dan mengasuh anak. Menurut Candra et al. (2013)menyatakan bahwa pengasuhan orang tua terhadap anaknya dapat berpengaruh terhadap pembentukan karakter dan perilaku anak itu sendiri. Apabila terdapat kesalahan pengasuhan maka akan berdampak pada anak saat sudah dewasa. Sejalan dengan hal tersebut Rakhmawati, (2015) menyatakan bahwa pengasuhan anak merupakan suatu kegiatan berkelanjutan melalui proses interaksi orang tua dan anak untuk mendorong pertumbuhan serta perkembangan anak yang optimal. Paparan di atas menunjukkan bahwa selama ini, peran orang tua dalam pengasuhan dan perawatan lebih menonjol, sementara pendidikan akademik seringkali dialih tugaskan kepada pihak kedua yaitu sekolah sebagaimana yang dipaparkan Rosdiana, (2006) bahwa faktanya kebanyakan orang tua masih merasa bahwa kewajibannya dalam mendidik anak telah usai setelah memasukannya ke suatu lembaga persekolahan.

 Rumah adalah sebagai jendela untuk belajar atau tempat pendidikan dimasa pandemi   Covid-19 yaitu merupakan tempat proses interaksi antara anak dengan ilmu pendidikan. Rumah juga merupakan tempat ternyaman apabila anak sedang belajar dirumah orangtua tidak khawatir karena orangtua anak bisa mengawasi anak saat dirumah dan tempat ternyaman sebagai sumber belajar pada suatu lingkungannya. karena dengan di rumah anak bisa bebas belajar dengan orangtua dengan  memberikan ide atau materi pelajaran seinovasi mungkin sehingga anak tidak jenuh saat belajar dirumah.  Oleh karena itu, Peran orangtua sangat penting untuk mendampingi anak selama pandemi covid19 tahun ajaran 2020/2021 dan sebagai orangtua harus bisa menciptakan suasana belajar yang menarik dengan trik dan inovasi yang berbeda sehingga suasana belajar menarik dan tidak membosankan, dan membuat anak menjadi semangat untuk belajar dan mengerjakan tugas selama dirumah.

Untuk anak dapat mengerti dan memahami dalam proses pembelajaran anak di usia dini yaitu ajarkanlah anak dengan membangun rasa percaya diri untuk melakukan sesuatu, kemudian ajarkan juga bagaimana cara anak untuk bertaqwa, berkepribadian baik seperti suka membantu,menolong dan berterimakasih. Kemudian jangan lupa berikan rasa kasih sayang orangtua dalam mendampingi anak saat belajar dan sabar tidak boleh menggunakan kekerasan, karena dengan kekerasan dapat menjatuhkan mental anak dan anak menjadi malas untuk belajar kemudian apabila anak diperlakukan denga keras niatan anak untuk  belajar berkurang hal ini karena di bentak dan sebagainya.

Karena anak usia dinin adalah anak yang berusia 0-6 tahun yang biasa disebut dengan usia emas. Karena pada usia ini banyak aspek perkembangan yang dapat dikembangkan pada anak sehingga sangat perlu sekali untuk melatih. Kemudian masa ini perkembangan otak anak sangat berfungsi baik karena perkembangan jumlah dan fungsi sel-sel saraf otak anak yang berkaitan dengan aspek kognitif, sosial emosional, bahasa, moral spiratual,motorik dan seni.

Oleh karena itu ini merupakan perkembangan usia emas anak sehingga peran orangtua sangat penting dalam mengembangkan perkembangan potensi anak. Untuk peran orangtua sebagai pembelajaran dan pendampingan pada anak tidak dilakukan oleh guru saja di sekolah namun harus dibarengi dengan pendampingan orangtua. Ketika  di sekolah guru mempunyai peran yang sangat penting untuk anak dan sangat besar terhadap pednidikan anak. kemdudian anak mengikuti apa yang guru terangkan dan jelaskan.

Guru tidak menangani satu siswa saja saat dikelas sehingga guru harus bisa menangani dan memberikan pembelajaran yang baik keseluruhbanak -anaknya. Namun ketika anak sudah kembali dirumah maka harapannya adalah orangtua dapat menjadi guru untuk mengganti tugas sebagai guru dalam memberikan pembelajaran tambahan bagi anak sehingga tidak mendapatkan bimbingan dalam belajar di sekolah twtapi juga dirumah melalui orangtuanya.

Namun terkadang ada orangtua yang terlalu sibuk dengan pekerjaannnya dan kegiatan aktivitas lainnya sehingga pembelajaran biasanya dipasrahkan kepada asisten rumah tangga atau guru disekolah dan ada juga orangtua yang menuntut anaknya harus pintar dalam hal akademik tanpa bimbingan kedua orangtuanya. Padahal seharusnya peran orangtua saat bimbingan belajar sangat mempengaruhi anak untuk mencapai prestasi sang anak. Namun terkadang masih banyak orangtua yang mengabaikan.

Karena semua orangtua mememiliki beberapa factor yang berbeda-beda yaitu factor yang mempengaruhi pola asuh orangtua. Biasanya pola asuh orangtua yaitu karakteristik orangtua yang berupa kepribadian orangtua disetiap orang memiliki kepribadian yang berbda-beda apalagi dalam tingkat kesabaran, intelegensi, sikap dan kematangannya.  Dari karakteristik ini yang nantinya akan mempengaruhi kemampuan orangtua karena tuntutan peran orangtua sangat penting. dan tingkat sensifitas orangtua terhadap kebutuhan anak anaknya. Dari pola asuh ini akan mempengaruhi tingkah laku dalam mengasuh anak-anaknya.

 Ada salah satu orangtua anak yang beranggapan bahwa pembelajaran dirumah dinilai sangat bagus untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sang anak, Namun ada beberapa orangtua juga berpendapat bahwa pembelajaran dirumah menurunkan semangat anak untuk belajar, ada juga yang beranggapan sangat tidak menguntungkan, karena apabila dirumah anak tidak bisa berinteraksi langsung ke guru dan ke teman-temannya dan kurangnya bersosialisasi. 

Ada beberapa orangtua yang menyatakan pembelajaran di rumah mampu meningkatkan anak dalam pengetahuannya tetapi ada juga yang merasa masih kesulitan apabila dilakukan dirumah yaitu karena kesulitan teknologi. apalagi dengan pembelajaran di rumah setiap orangtua harus dan memerlukan kemampuan dalam bidang teknolohi sepert hp dan internet. kemudian banyak orangtua yang mengeluh mengenai kualitas jaringan internet yang jelek.

karena ada beberapa orangtua yang gagap teknologi, karena pembelajaran daring di rumah menggunakan teknologi yang biasanya guru menyampaikan tugasnya melalui ibu kemudian  ibu memberikan pembelajaran ke anaknya.

Namun ada beberapa orangtua yang membantu dan memberi semangat serta motivasi selama anak ditutntutt untuk belajar di rumah, hal ini membuat para orangtua menjadi banyak menluangkan waktunya untuk mendampingi belajar anak untuk mengetahui dan membantu proses pembelajaran anak selama di rumah dengan ini juga peran orangtua untuk  lebih akrab ke anak menjadi besar. namun ada juga yang beranggapan atau merasa menjadi tambahan aktivitas orangtua karena selain mengerjakan pekerjaan rumah tangga ia juga harus mengerjakan tugas sang anak.

Pendapat dari orangtua dari adanya pembelajaran di rumah apalagi saya sebagai penjual dan menegerjakan pekerjaan rumah  harus membimbing anak belajar dirumah adalah suatu tantangan yang baru. jadi saya salut dengan para guru saat mengajarkan anak pada saat di sekolah. karena tidak semua orangtua bisa melakukan tugas seperti guru.

Memang peran orangtua sangat penting dan diperlukan untuk bimbingan proses pembelajaran selama study from home, karena peran oramgtua sangat penting dan diperlukan untuk memberikan edukasi ke anak -anaknya yang masih belum bisa memahami adanya pandemi yang sedang memarak ini. Menurut orangtua anak pembelajaran dirumah lebih efektif karena dapat memantau anak saat dirumah namun  bukan berarti pembelajaran disekolah tidak efektif.

namun ada orangtua yang bilang dengan pembelajaran dirumah ada anak yang tidak bisa beriteraksi dengan lingkungannya seperti biasa dan tidak bisa bersosialisasi dengan teman-teman dan gurunya.  Ada beberapa orangtua yang senang adanya pembelajaran di rumah dikarena kan ia bisa membantu tugas anaknya selama dirumah dan ada juga yang kewalahan.

Karena menurut saya yang paling berperan dalam mendampinggi anak belajar pada saat dirumah adalah ibu, karena biasanya ibu memiliki waktu dirumah, orangtua pada proses pembelajaran di rumah pada masa pandemi harus mengajarkan mengenai membaca, menulis, berhitung, menggambar, mewarnai ,menggunting dan bernyanyi. Orangtua juga jangan sampai tidak berkoordinasi dengan guru disekolah untuk menghimbau hasil belaajr anak selama dirumah dengan memalui group whatsap yang dibuat oleh guru sang anak. Dan biasanya hambatan yang biasa dialami orangtua adalah meredakan mood sang anak saat belajar karena anak mudah merasa bosan sehingga anak lebih asik bermain gadget dan membatalkan niat untuk belajar. sehingga peran orangtua untuk membujuk dan merayu belajar sangat dibutuhkan.

Sumber : kompasiana  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *