Tanah Bergerak di Tasikmalaya, Rumah Warga Rusak dan Sekolah Ambruk

Jawa Barat

Sejumlah rumah warga di Desa Singajaya, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat rusak akibat tanah bergerak yang terjadi pada Selasa (9/2) malam.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Namun, sebanyak 30 orang mengungsi. Hingga Rabu (10/2), tanah masih terus bergerak lantaran rumah warga yang rusak semakin parah.

Selain rumah rusak dan ambruk sejumlah jalan akses ke Desa Singajaya, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya amblas tak bisa dilalui kendaraan. Retakan tanah mencapai satu hingga dua meter membelah perkampungan tersebut.

Salah satu kerusakan bangunan terparah yaitu bangunan Sekolah Dasar (SD) negeri Babakan Cijeruk Cibalong. Kerusakan terjadi pada ruang guru dan ruang perpustakaan sekolah ambruk rata dengan tanah.

Salah seorang warga Evi (34) mengatakan, dia dan sejumlah anggota keluarganya memilih mengungsi ke desa lain karena takut terjadi bencana tanah bergerak susulan.

“Takut retakan tanah lagi saya terpaksa mengungsi ke rumah warga dan saudara karena retakan tanah sangat parah,” Kata Evi  kepada wartawan Rabu (10/2).

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Tasikmalaya  Nuraedin menjelaskan, sedikitnya tujuh rumah rumah yang rusak. Rinciannya empat rusak berat dan tiga rusak ringan.

“Rumah yang terdampak ada tujuh, yang empat rusak berat dan kita sudah evakuasi warga. Untuk pengamanan disarankan mereka pindah,” kata dia.

BPBD Kabupaten Tasikmalaya sudah mengevakuasi warga dan meminta warga untuk waspada karena hingga kini pergerakan tanah masih terjadi.

Nuraedin mengatakan pergerakan tanah di Desa Singajaya ini diprediksi akan terus terjadi,mengingat kontur tanah masih labil, bahkan dalam satu hari terjadi pergerakan hingga satu meter lebih.

Sumber : kumparan  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *