Hadapi Era Society 5.0, Perguruan Tinggi Dituntut Rombak Model Pendidikan

Jawa Tengah Kemdikbud

YOGYAKARTA: Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nizam mengatakan dunia pendidikan tinggi saat ini menghadapi tantangan yang cukup kompleks. Sebab, berhadapan dengan kondisi dunia yang berubah cepat dan nonlinear serta penuh ketidakpastian.

Nizam pun meminta perguruan tinggi untuk merombak cara pendidikan saat ini. Dari pola pendidikan industri 3.0 dengan kompetensi yang sangat baku, menuju industri baru yang tengah berkembang cepat.

“Kompetensi lama tidak lagi dibutuhkan karena pekerjaannya banyak yang hilang,” kata Nizam mengutip siaran pers UGM, Kamis, 11 Februari 2021.

Nizam memaparkan prediksi McKinsey menyatakan sekitar 23 juta pekerjaan diperkirakan akan diambil alih oleh robot/otomasi pada 2030. Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah lulusan yang dihasilkan perguruan tinggi di Indonesia dalam 10 tahun ke depan.

“Setiap tahunnya hanya meluluskan 1,7 sampai 1,8 juta mahasiswa dan ini jadi tantangan bsar bagi perguruan tinggi di Indonesia untuk menyiapkan kompetensi untuk suatu pekerjaan yang belum ada saat ini,” paparnya.

Ia menekankan perguruan tinggi harus benar-benar menyiapkan kompetensi mahasiswanya untuk menjadi pembelajar sejati sepanjang hayat. Sebab, dunia cepat berubah sehingga tidak ada pilihan untuk selalu belajar, beradaptasi, serta berinovasi.

Menurutnya, di era revolusi industri 4.0 ini perguruan tinggi perlu melakukan berbagai  terobosan dan lompatan. Upaya tersebut harus terus dijaga agar kampus bisa melahirkan milenial-milenial yang siap membangun Indonesia menuju society 5.0 menghasilkan Indonesia maju, jaya, dan sejahtera.

Perguruan tinggi, kata dia, harus berperan untuk keluar dari model pembelajaran yang sangat kaku, menuju pembelajaran yang lebih dinamis dan fleksibel. Hal ini agar memungkinkan mahasiswa belajar dari berbagai sumber.

“Berbagai sumber tidak hanya di kelas, laboratorium dan perpustakaan tapi memberi kesempatan mahasiswa belajar di kampus kehidupan yang sesungguhnya,” terangnya.

Sumber : medcom.id   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *