Juni 16, 2021
Mahasiswa Undip Bantu Tekan Penularan dengan Membuat Buku Saku dan Ajarkan Warga untuk Berbisnis Online

Mahasiswa Undip Bantu Tekan Penularan dengan Membuat Buku Saku dan Ajarkan Warga untuk Berbisnis Online

Oleh : Anugrahadi Wibowo

Sudah 11 bulan pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Alih-alih mereda, Indonesia malah mengalami lonjakan kasus positif yang tinggi. Dilansir dari Kompas.com bahwa sampai 2 Februari 2021, kasus positif COVID-19 di Indonesia sudah mencapai 1.099.687.

Pemerintah Indonesia terus berupaya mengatasi pandemi ini. Universitas-universitas di Indonesia juga membantu dengan menerjunkan mahasiswanya untuk menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bertemakan COVID-19. Salah satunya adalah Universitas Diponegoro yang menerjunkan mahasiswanya melalui KKN Tim 1 Periode 2021. KKN ini dilaksanakan secara individu di domisili masing-masing. Mahasiswa diharapkan dapat membuat sebuah program yang dapat membantu penularan COVID-19 di Indonesia khususnya di daerah asal mereka masing-masing.

Kota Bogor yang sampai saat ini menjadi zona merah penularan COVID-19 tentunya membutuhkan upaya untuk menekan penularan COVID-19. Diperlukan Kerjasama antara pemerintah dan masyarakat agar penularan COVID-19 dapat menurun. Masayarakat dapat membantu pemerintah dengan mentaati himbauan protokol kesehatan yang diberikan.

Pandemi COVID-19 juga menyebabkan dampak di berbagai sektor, tak hanya sektor kesehatan. Sektor ekonomi juga mengalami dampak serius akibat pandemic COVID-19. Protokol kesehatan untuk menjaga jarak dan menjauhi kerumunan mengharuskan beberapa perusahaan untuk menerapkan kerja dari rumah (work from home)untuk karyawannya. Pengurangan mobilitas oleh sebagian besar orang tentu berdampak kepada penghasilan pedagang-pedagang makanan dan minuman, pakaian, dan lain-lain karena turunnya jumlah pembeli yang datang.

Anugrahadi Wibowo salah satu mahasiswa Undip asal Kota Bogor memilih pendekatan edukasi melalui buku saku COVID-19. Ia melaksanakan KKN tersebut di daerah asalnya, yaitu di RT 001/RW 009, Kelurahan Curugmekar, Kecamatan Bogor Barat yang sudah ada delapan kasus positif tertular COVID-19.

Buku ini berisi tentang informasi mengenai gejala-gejala COVID-19, hal-hal yang harus dilakukan jika memiliki gejala tersebut, prosedur pencegahan COVID-19, rumah sakit rujukan COVID-19, dan kontak yang dapat dihubungi untuk layanan tanggap COVID-19 di Kota Bogor. Ada buku saku ini diharapkan menjadi petunjuk untuk warga sekitar untuk memahami COVID-19 dan membantu menekan jumlah kasus tertular COVID-19 sedikit demi sedikit melaui daerah asal dirinya.

Ia juga melakukan program edukasi berbisnis online kepada warga sekitar melalui buku Tips Berbisnis Online. Buku Tips Berbisnis Online ini berisi informasi tentang potensi bisnis online di masa pandemi karena adanya pembatasan mobilitas, perbedaan antara model bisnis online dropshipper dan reseller, tips-tips memulai bisnis online dari rumah, dan masih banyak lagi. Buku ini dibagikan kepada warga RT 001/009 Keluarahan Curugmekar. Dalam pembagiannya disertai diskusi dengan warga mengenai bisnis mereka yang sudah berjalan.

Ada buku saku COVID-19 dan Buku Tips Berbisnis Online ini diharapkan dapat membantu menekan angka penularan COVID-19 di Kota Bogor dan membantu warga RT 001/RW 009 Kelurahan Curugmekar yang memiliki usaha untuk memperluas pemasaran mereka melalui platform jual beli online ataupun memanfaatkan media sosial lainnya. Dan untuk warga yang belum memiliki bisnis online bisa memulai bisnis mereka.

Sumber : kompasiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *