Mataram Siapkan Opsi Ujian Sekolah Daring dan Luring

NTB Program Pendidikan

MATARAM: Dinas Pendidikan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyiapkan dua opsi pelaksanaan ujian sekolah bagi siswa untuk Tahun Ajaran 2020/2021. Kebijakan ini sebagai pengganti ujian nasional karena ditiadakan akibat pandemi covid-19.

Kepala Dinas Pendidkan (Disdik) Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali mengatakan dua opsi ujian sekolah yang akan dilaksanakan itu adalah dengan sistem dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring).

“Opsi ujian luring atau offline, akan kami laksanakan apabila perkembangan covid-19 di Mataram melandai dan Gugus Covid-19 memberikan izin. Jika tidak, maka ujian sekolah tetap kami laksanakan daring atau online,” kata Lalu di Mataram, Selasa, 23 Februari 2021.

Menurutnya, kegiatan ujian sekolah dijadwalkan akan dilaksanakan sekitar Maret 2021 untuk tingkat SMP/sederajat, dan April 2021 untuk tingkat SD/sederajat. Jumlah total peserta ujian sekolah kelas VI dan IX, masih dilakukan pendataan, baik sekolah negeri maupun swasta.

“Siswa ini banyak yang keluar masuk, ada yang pindah keluar dan masuk ke kita, jadi jumlahnya perlu divalidasi lagi,” ujarnya.

Sementara, terkait masalah materi soal ujian sekolah, lanjut Fatwir, akan disiapkan oleh kelompok kerja guru (KKG) untuk beberapa mata pelajaran yang akan diujikan.

“Pada pinsipnya, untuk pelaksanaan ujian sekolah, baik daring maupun luring kami siap, dan tetap berpedoman pada protokol kesehatan covid-19,” ungkapnya.

Menyinggung tentang tantangan pemerataan kualitas pendidikan, Fatwir mengatakan, untuk saat ini pihaknya tidak bisa bicara kualitas. “Kebijakan yang diambil pemerintah saat ini untuk selamatkan guru dan siswa dari covid-19. Jadi kami tidak bisa maksimal bicarakan kualitas,” katanya.

Kendati demikian, dalam pelaksanaan belajar daring guru berupaya maksimal memberikan materi pembelajaran sebaik-baiknya sesuai dengan standar. Meskipun, hal yang sulit dilakukan guru adalah untuk pembentukan karakter anak, sebab anak SD dan SMP cenderung lebih banyak mendengarkan kata-kata guru dari pada orang tua.

“Untuk itulah, selain mengambil nilai kelulusan siswa dari rapor sebelumnya juga ada penilaian khusus terkait pembentukan karakter anak dengan standar kelulusan minimal nilai B (baik),” ujarnya.

Sumber : medcom.id  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *