Anggaran Bantuan Kuota Internet Turun, Tahun Ini Hanya Rp2,6 Triliun

Kemdikbud

JAKARTA:  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali memberikan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen pada 2021. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menyebut alokasi anggaran bantuan kuota internet tahun ini sebesar Rp 2,6 triliun.

Jumlah ini menurun dari anggaran subsidi kuota internet tahun lalu yang mencapai Rp7,2 triliun. “Total anggaran Rp 2,6 triliun, untuk tiga bulan ke depan,” ujar Nadiem dalam acara Mendedar Kuota Belajar secara daring, Rabu 3 Maret 2021.

Nadiem mengatakan, jika pada masa ini, kebutuhan kuota data internet memang menjadi satu keniscayaan. Sebab sebagian besar pendidik dan pelajar masih sangat bergantung kepada penggunaan kuota data internet.

“Ini harus kita pastikan harus lanjut, itu adalah perjuangan kita dan ini didukung oleh Presiden (Joko Widodo) dan Ibu Menkeu (Sri Mulyani) untuk memastikan bahwa bantuan kuota pelajar ini lanjut di tahun 2021,” ujar dia.

Nadiem mengatakan, subsidi kuota internet tahun ini mulai disalurkan pada pertengahan Maret. Penyaluran akan dilakukan pada tanggal 11 hingga 15 setiap bulannya selama tiga bulan ke depan.

“Bagi yang sudah menerima sebelumnya, disalurkan dari tanggal 11 sampai 15 tiap bulannya, jadi tanggal tanggal 11 Maret akan menjadi pengiriman pertama,” tambahnya.

Sementara itu, jika penerima subsidi tahun lalu penggunaannya di bawah 1 gigabyte (GB), maka penyaluran akan dihentikan. Kemendikbud berasumsi bahwa mereka yang tidak menggunakan subsidi kuota lebih dari 1 GB adalah mereka yang tidak membutuhkan bantuan.

“Dan bagi yang belum menerima dan ingin mendaftar atau yang mau mengubah nomornya, itu harus menunggu sampai dengan April 2021, itu saja dua pengecualian yang sedikit berubah dari kebijakan,” tegasnya.

Nadiem menjelaskan, bantuan kuota internet untuk siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) akan memperoleh volume kuota sebanyak 7 GB per bulan.  Siswa jenjang pendidikan dasar dan menengah akan memperoleh volume kuota sebanyak 10 GB per bulan. Padahal pada tahun sebelumnya pada jenjang ini diberikan sebesar 35 GB per bulan.

Sementara untuk guru PAUD, jenjang pendidikan dasar dan menengah akan memperoleh 12 GB per bulan. Sedangkan tahun sebelumnya, diberikan 35 GB per bulan.

Sedangkan untuk mahasiswa dan dosen, akan memperoleh kuota sebanyak 15 GB per bulan. Sebelumnya pada 2020, kelompok ini menerima sebesar 50 GB per bulan.

Sumber : medcom.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *